Latest News
Tuesday, December 20, 2016

Bertumbuh Atau Mati

Baca Juga



Dulu, waktu zamannya masih duduk di bangku sekolah, saya memiliki salah seorang teman yang hobi sekali menggambar wajah. Hasil gambarnya memang bagus disbanding saya yang sama sekali tidak memiliki bakat apapun dalam hal seni seperti itu tetapi seringkali dikira aneh atau lucu oleh teman-teman yang lain.

Singkat cerita, hingga tamat SMA ini pun, si teman tetap hobi menggambar wajah-wajah di sebuah buku gambar berukuran sedang yang selalu dibawanya. Mungkin baginya lebih memilih lupa membwa tugas daripada hasil karya yang sering saya tertawakan itu.

Kemudian beberapa waktu lalu saya tak sengaja menemukan lukisan wajah yang sangat eksentrik di eksplore laman instagram. Setelah ditelusuri, saya merasa tidak asing dengan nama pemilik hasil lukisan beserta akun tersebut. Boooom! Itu karya-karya teman SMA yang sering tak kami anggap dulu. Antara terkejut dan merasa luar biasa, saya menghubunginya. Ternyata kini ia sedang berkuliah di salah satu institut kesenian bergengsi di Jakarta.

Akan tetapi, ini bukan perihal karya-karya teman saya tersebut. Hanya saja ini tentang pilihan yang telah dilaluinya. Sekian banyak orang memandang sebelah mata apa yang dilakukannya, sekian kali ia gagal memenangkan kontes menggambar, dan sekian waktu yang dilaluinya untuk tetap menekuni hobi tersebut maka ia memilih untuk tumbuh daripada mati.

Hari ini ia telah berkesempatan juga ikut menertawakan karya-karyanya di masa lalu. Merasa apa yang telah dihasilkannya sangat cupu dan kekanak-kanakan. Namun, karena pilihan untuk bertumbuh tadi, wajar saja ia telah berhasil melihat masa lalu dan menertawakan dirinya.

Begitupula dengan kita harusnya, tak usah muluk-muluk dengan hobi yang digeluti. Jika memang hobi beropini maka salurkanlah untuk hal-hal baik daripada di media sosial yang pembacanya dari antah-berantah. Carilah media yang berkompeten untuk menayangkannya secara layak. Sampai nanti, kita akan bertumbuh dengan segala hal-hal kecil yan digeluti dahulunya.

Ada baiknya mungkin bangsa ini juga berkaca pada orang-orang yang sudah memilih untuk bertumbuh. Lebih baik berkembang menuju lebih baik hingga nanti anak dan cucu bisa menertawakan masa lalu. Bukan membiarkan hal yang sama terjadi berulang-ulang atau malah menimbulkan kekhawatiran yang baru.

Untuk semua yang membaca tulisan ini, apapun kesenangan kalian, maka lakukanlah dengan sepenuh hati. Tak usah pusingkan hal-hal lain yang membuat kalian semakin rumit dan memilih mundur. Karena bangsa ini, masyarakatnya, dan kita bisa memilih di antara dua pilihan saja. Bertumbuh atau mati

Miftahur Rahmi 
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Bertumbuh Atau Mati Rating: 5 Reviewed By: mindis.id