mindis.id
Latest News
Sunday, December 25, 2016

Berkarya atau Bekerja?

Baca Juga




Bekerja menjadi sebuah keharusan bagi siapapun sebagai bentuk kemandirian dan tanggung jawab, terlebih di saat-saat kebutuhan hidup semakin meningkat tajam. Walaupun akhirnya sebuah pekerjaan tak hanya memberi materil saja tetapi juga pengalaman dan relasi. Sedangkan berkarya lebih merujuk kepada “menghasilkan sesuatu” yang sekiranya bermanfaat untuk kepentingan diri dan orang lain.

Berbicara perihal potensi, kedua-duanya memang cukup bila dijadikan sebagai parameter kesuksesan seseorang. Akan tetapi, sebentar saja, pernah kita berpikir mengenai perbedaan kedua hal tersebut? Bekerja untuk tuntutan hidup dan berkarya untuk kepuasan hati.

Hidup memang harus realistis, tak selamanya bisa mengandalkan karya-karya yang belum tentu laku di pasaran itu. Bekerja memang butuh berbagai keterampian. Dimulai dari jalan yang ditempuh untuk mendapat pekerjaan hingga nanti harus mati-matian memperjuangkan karier pekerjaan. Semuanya butuh dedikasi dan cara yang “ampuh”.

Lain halnya dengan berkarya. Tak perlulah menuntut ini dan itu, cukup menguasai satu bidang dan bersungguh-sungguh hasilnya tetap akan menarik. Karena karya biasanya punya nyawa, ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan menyertainya.

Ketika bekerja di kantor atau perusahaan, setiap harinya ada target yang harus dielesaikan. Hari ini adalah masalah penuntasan pekerjaan yang diwajibkan. Lalu berkarya? Tak kenal target karena ini adalah masalah kepuasan yang nantinya bisa diukur sendiri.

Setiap pekerja mungkin memiliki watak ingin sempurna dan serba teratur. Tak heran bila pekerjaan dilakukan dengan seminim mungkin kesalahan agar tak jadi masalah. Namun berkarya, orang tak kenal perfeksionis di dalamnya sebab ini masalah selera dan pencapaian. Semakin baik selera maka tak heran jika karya semakin bagus.

Tidak ada yang salah memang dengan pilihan bekerja atau berkarya. Banyak yang bekerja hidupnya terpenuhi tetapi tak jarang juga serba kekurangan. Lewat karya banyak orang yang menjadi lapangan kerja bagi orang lain namun tak sedikit pula yang lantang-luntung tak jelas. Ini hanya menyoal pilihan dan ide realistis.

Tidak ada poin pentingnya, tulisan ini hanya merujuk pada bisnis-bisnis startup (perusahaan rintisan) yang tengah marak berkembang. Perusahaan yang banyak bergerak di bidang teknologi, web, internet, dan lain-lain ini banyak digandrungi anak muda yang hobi berkarya dan ingin bekerja. Tapi tak sedikit pula yang gagal. Lagi-lagi karena kurang realistis saja. Bekerja dan berkarya sama-sama butuh bisnis dan profit bila ingin kaya.
Miftahur Rahmi 
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta 
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Berkarya atau Bekerja? Rating: 5 Reviewed By: mindis.id