mindis.id
Latest News
Sunday, December 18, 2016

Apa Lebih Baik Tak Usah Punya Televisi Saja?

Baca Juga

nonton tv

Menurut UU No 32 Tahun 2002, fungsi televisi adalah untuk pendidikan, informasi, perekat dan kontrol sosial, hiburan yang sehat, serta memiliki fungsi ekonomi dan budaya. Akan tetapi, pertelevisian di Indonesia kini sepertinya sangat jauh dari aturan yang ditetapkan tersebut. Aturan tinggal aturan dan acara televisi berjalan sesuai kehendak pembuatnya.

Pertikaian mengenai acara televisi yang tidak layak ditonton ini sebenarnya adalah ungkapan yang kesekian kalinya. Sebelum saya menulis ini, sudah ada puluhan orang mungkin yang ikut menuangkan keresahannya, dan jutaan orang lain hanya bisa mengumpat di dalam hati. 

Demi rating dan keuntungan yang tinggi, stasiun televisi memilih pukul 18.00-22.00 sebagai jam tayang utama untuk acara terbaik menurut mereka. Sebenanrnya ini tidak salah karena dari strategi bisnis, mereka benar. Pada jam-jam itu, umumnya masyarakat sudah di rumah menghabiskan waktu untuk beristirahat. Acara-acara pilihan seperti sinetron, lawakan, reality show, dan lain-lain pun ditayangkan.

Tidak ada yang salah, karena lagi-lagi, acara tersebut bertujuan untuk memenuhi rating dan memperoleh profit bagi perusahaan. Lagi pula tujuan media tetap sama, sebagai sumber informasi, mendidik, kontrol sosial, dan menghibur.

Hanya saja, ada apa dengan konten acara buatan orang Indonesia ini? Acap kali tak peduli dengan anak-anak ingusan yang menganga menatap televisi melihat adegan cinta dua anak muda. Tak takut mereka menelannya mentah-mentah karena belum bisa memilih mana yang harus diterima dan mana yang tidak? Lalu ada pula acara-acara yang menampilkan selebriti dengan memamerkan kehidupan mereka. Bocah-bocah yang tak tahu apa-apa tadi mulai menarik kesimpulan tentang standar kehidupan dan menyusahkan orang tuanya. Ingat, imitative behavior. Mereka meniru apa yang dilihat.

Mungkin memang sudah kewajiban orang tua untuk mengawasi anak-anaknya tapi adakah orang tua yang mengawasi anaknya seharian penuh pada saat ini? Kemudian remaja-remaja tanggung yang lebih memilih bersama teman-temannya itu bagaimana? Pada saat-saat itulah mereka memproses sesuatu yang baru dari konten yang mereka tonton. 

Namun, kesalahan ini selalu dicari pembenarannya. Lama-kelamaan akan dimaklumi dan dianggap biasa saja. Maka, kembalilah kepada orang tua dari anak-anak dan remaja tadi. Mungkin tak usah punya televisi dulu atau siap bertarung tegas dengan mereka mempermasalahkan jam khusus menonton televisi. Ah, lagi-lagi ini hanya tak seberapa orang yang menyadari. Semoga, mereka yang membaca dan menyadari segera memeluk anak-anak dan remajanya. Betapa berharga tontonan yang baik untuk moral dan otak mereka.


*Miftahur Rahmi
Mahasiswa Jurnalistik
Politeknik Negeri Jakarta

Sumber gambar: kancilku.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Apa Lebih Baik Tak Usah Punya Televisi Saja? Rating: 5 Reviewed By: mindis.id