mindis.id
Latest News
Thursday, December 8, 2016

Timnas Garuda, Anak Bawang yang Berstatus Kuda Hitam

Baca Juga


Tak banyak yang memperkirakan kiprah cemerlang Tim Garuda dalam gelaran Piala AFF 2016. Minimnya persiapan jelang bergulirnya kejuaraan, ditenggarai menjadi alasan prediksi tersebut bermunculan. Hanya segelintir kalangan yang menilai jika Indonesia akan mampu berbicara banyak pada turnamen dua tahunan ini.

Indonesia memang memulai laga perdana gelaran Piala AFF 2016 secara tidak meyakinkan. Berhadapan dengan tim unggulan, Thailand, kekalahan menjadi milik Indonesia. Performa buruk para “punggawa merah putih” akan dengan mudah membuat para penonton setia menggelengkan kepala. Apalagi mencoloknya perbedaan angka yang didapatkan Tim Garuda ketika kalah dari Thailand seolah membenarkan opini bahwa tim asuhan Alfred Riedl hanyalah anak bawang dalam kejuaraan ini. 

Bagaikan bermimpi di siang bolong”, mungkin itu bunyi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan harapan Tim Garuda. Saat kerinduan akan prestasi sedang terbang tinggi-tingginya, kekecewaan kembali menghampiri sanubari. Kemenangan di depan mata terbang menjauh. Lagi-lagi Tim Garuda gagal meraih tiga poin pertamanya. setelah Filipina yang menjadi lawan di laga kedua berhasil memaksakan hasil imbang melalui gol indah kreasi Young Husband.

Penampilan Tim garuda memang tidak mentereng tetapi tidaklah pantas memandang mereka dengan sebelah mata. Perlahan tapi pasti permainannya membaik. Keseimbangan lini tengah yang sempat mengkhawatirkan serta koordinasi permainan yang merisaukan pun secara bertahap menghilang dari permainan mereka. Menghadapi lawan terakhir di fase grup, Tim Garuda menunjukkan performa gemilang. Mereka terus menekan sang lawan, Singapura. Tak banyak peluang Singapura yang datang mengancam gawang tim garuda. Besarnya keinginan meraih kemenangan merubah situasi pertandingan. Tanpa menyerah Tim Garuda terus menyerang, mengeksploitasi pertahanan Singapura demi menciptakan peluang sampai akhirnya membuahkan gol kemenangan. kemenangan pertama yang membawa Indonesia menuju semifinal Piala AFF 2016.

Memasuki laga semifinal, keraguan yang sempat menghinggapi Tim Garuda mulai memudar. Para pengamat mulai menyematkan Status Kuda Hitam pada Tim Garuda, menggantikan opini anak bawang yang sebelumnya membahana. Selain itu, mereka juga mulai memperhitungkan keberadaan tim asuhan Alfred Riedl, tak terkecuali Vietnam yang menjadi lawan sebelum melaju ke partai final.

Semua mata benar-benar tertuju pada Tim Garuda ketika keberhasilan mereka memenangkan laga di Stadion Pakansari dan menahan imbang Vietnam dihadapan para pendukungnya. Secara mengejutkan mereka berhasil meneruskan langkahnya ke partai final, membangunkan mimpi siang bolong yang sempat tertidur pulas. Kini banyak orang yang mulai mengingat-ingat kisah keberhasilan Tim Semenjana. Kisah Leicester yang membuat dongengnya, cerita juara Plaza Colonia di Uruguay setelah nyaris terdegradasi pada musim sebelumnya, atau kegigihan Red Bull Leipzig di Jerman dan klub Chapecoense di Brasil yang mengharukan.

Dapat dikatakan para “kuda hitam” adalah pemilik dari tahun 2016, kepunyaan para tim yang sedikit pihak mengunggulkannya menjadi juara. Hanya pendukung militan beratribut merah-putih yang memang terlalu merindukan gelar juara di tanah air. Akan tetapi, belumlah pantas untuk Tim Garuda mengadakan pesta atas keberhasilan mereka melaju ke partai puncak. Puncak impian yang dinantikan belumlah dapat mereka raih. Semoga Tim Garuda dapat membawa pulang mahkota gelaran Piala AFF 2016 ke Tanah Air, sebagai hadiah pelipur untuk anak-anak negeri yang merindu. Ayo Indonesia!

*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

Sumber gambar: fourfourtwo.com

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Timnas Garuda, Anak Bawang yang Berstatus Kuda Hitam Rating: 5 Reviewed By: mindis.id