mindis.id
Latest News
Thursday, November 3, 2016

Kontribusi Anak Muda bagi Ketahanan Pangan Indonesia

Baca Juga

Bangun Jakarta

LENTENG AGUNG, JKT – Yayasan TurunTangan dengan salah satu proyek sosialnya yang bernama Bangun Jakarta (Bajak) melakukan kerja sama sosialisasi dan pelatihan pertanian di perkotaan bersama RW 08 Kelurahan Lenteng Agung.

Proyek sosial yang diinisiasi oleh Yayasan TurunTangan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pertanian di wilayah perkotaan.  Pemberdayaan ini tidak lain untuk mengurangi beban perekonomian masyarakat perkotaan, mengingat harga kebutuhan pokok yang terus melonjak, terutama di hari-hari tertentu. Hal inilah yang kemudian membuat warga dikontrol oleh fluktuasi harga. 

urban farming
Bajak memberikan pelatihan dan fasilitasi terhadap daerah yang memang mau menginisiasi urban farming komunal di lingkungannya. Bajak merupakan gerakan kerelawanan yang mendorong adanya partisipasi dari relawan untuk membantu menyebarkan gagasan bahwa menjadi petani perkotaan itu mudah, “Saya merasa gagasan yang dibawa Bajak sesuai dengan visi saya. Ketahanan pangan merupakan isu utama yang ada perkotaan sekarang ini,” ujar Agung, salah satu relawan Bangun Jakarta.

Bajak ingin, agar setiap warga, khususnya di Jakarta, bisa mandiri pangan dengan menerapkan pertanian kota (urban farming). Apalagi, pertanian merupakan life skill warisan nenek moyang kita. Visi besarnya, setiap warga bisa bergerak dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Selama ini, beras, yang merupakan bahan pangan pokok, masih sering kali diimpor dari luar negeri. Ironisnya, jumlah petani terus menurun akibat daya tarik urban yang membuat petani beralih profesi.

Kegiatan yang dilaksanakan di RW 08, Lenteng Agung sendiri berupa penyampaian materi dan praktik langsung ke lapangan. Peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh seorang mentor yang siap sedia selama 7x24 jam untuk memfasilitasi peserta jika menemui kendala dalam menanam.

Yayasan TurunTangan
Berjalan hampir enam bulan, Bajak meresmikan kerja samanya dengan RW 08, Lenteng Agung dengan legalisasi MoU antara kedua belah pihak yang telah dibuat dan disepakati. Dengan adanya MoU ini, Bajak yakin bahwa ke depannya akan lebih banyak lagi RW lainnya yang ingin ikut menginisiasi perkebunan perkotaan komunal. Selanjutnya, cita-cita akan adanya kota yang berdaya karena urban farming pun akan terwujudkan.

Kerja sama ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis bibit tanaman cabai kepada Ketua RT 11 RW 08. "Kegiatan seperti ini harus terus didorong dan diikuti oleh seluruh warga. Hal itu karena manfaat yang didapatkan serta praktik menanam di perkotaan dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk keuntungan bersama," tandasnya. *Nicky Rosadi

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kontribusi Anak Muda bagi Ketahanan Pangan Indonesia Rating: 5 Reviewed By: mindis.id