mindis.id
Latest News
Thursday, November 17, 2016

Fenomena di Balik “Jubah” Dimas Kanjeng

Baca Juga


Kamis, 22 September 2016, menjadi salah satu hari yang menggegerkan bagi masyarakat Indonesia. Padepokan milik seorang bernama Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang dikenal mampu menggandakan uang, digerebek oleh pihak kepolisian. Ia diduga sebagai otak dari pembunuhan dua orang yang disebut-sebut sebagai santrinya. Namun di balik kasus pembunuhan yang ia lakukan, ternyata kasus penggandaan uanglah yang paling disorot masyarakat.  Bagaimana tidak? Hal tersebut disinyalir menjadi sebab terjadinya kasus pembunuhan. Selain itu, ada beberapa fakta unik di balik kasus “jubah” Dimas Kanjeng ini. Apakah fakta unik tersebut? Kita lihat selengkapnya.

Ternyata, Dimas Kanjeng tidak melakukan penggandaan uang

Dalam setiap tablig yang dihadiri para jamaahnya, Dimas Kanjeng selalu memamerkan kemampuanya mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya dari balik jubah. Hal inilah yang membuat penonton terkesima sehingga mereka berbondong-bondong masuk dan mendaftar sebagai santrinya. Namun setelah penangkapan tersebut, terkuak  beberapa fakta yang menyebutkan bahwa jubah yang dikenakan Dimas Kanjeng memiliki kantong besar yang bisa menyembunyikan banyak uang. Jubah tersebut dipesannya dari salah seorang penjahit di Jawa Timur. Selain itu, emas batangan yang ia pamerkan pun merupakan emas palsu yang dipesan dari salah seorang pengrajin.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi bukanlah anak yang pintar, tetapi mampu menipu banyak orang

Saat salah satu stasiun televisi menelusuri masa lalu Dimas Kanjeng di salah satu sekolah dasar yang letaknya tak jauh dari padepokan, terkuak fakta bahwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi bukanlah anak yang pintar bahkan nilai pelajaranya bisa dikatakan buruk. Sebagian besar nilainya hanya berkisar 6 dan beberapa di antaranya bahkan 5. Nilai pendidikan Agama pun hanya 5,4 sebelum dirata-rata menjadi 6,00.

Dimas mampu mengelabui orang berpendidikan tinggi setingkat Ph.D, seperti Ibu Marwah Daud, Ph.D

Dengan gaya yang meyakinkan, ternyata logika orang yang berpendidikan tinggi pun bisa bertekuk lutut. Contohnya saja Ibu Marwah Daud Ibrahim, Ph.D. Wanita yang pernah menjadi asisten peneliti badan dunia UNESCO dan bank dunia ini mati-matian membela Dimas Kanjeng, yang nyatanya telah menipu. Entah pembelaan tersebut atas dasar apa, banyak kalangan masyarakat menduga bahwa ada unsur keuntungan pribadi di dalamnya. 

Dimas Kanjeng pernah memperoleh Rp320 miliar dari seorang hartawan

Tidak tahu apa yang dipikirkan seorang hartawan ini sampai rela mengeluarkan Rp320 miliar untuk digandakan. Namanya Ibu (almh.) Najemiah yang dengan suka rela menyerahkan uang sebesar itu untuk digandakan. Namun apakah uang yang ia serahkan akhirnya menjadi berlipat ganda? Ternyata tidak. Sampai beliau meninggal, uang tersebut masih belum bertambah dan hanya janji-janji dari Dimas Kanjeng saja yang ia dapatkan.

Demikian cuplikan fakta unik di balik kasus Dimas Kanjeng yang berhasil membuat publik heran dengan aksinya yang telah menipu banyak orang menggunakan jumlah uang fantastis. *Hendra Laksono

(diambil dari berbagai sumber)
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Fenomena di Balik “Jubah” Dimas Kanjeng Rating: 5 Reviewed By: mindis.id