Latest News
Thursday, November 24, 2016

Diamnya Mourinho

Baca Juga

mourinho

Wajah Jose Mourinho kembali dirundung awan gelap kala tim yang diasuhnya, Manchester United, hanya memperoleh hasil imbang saat jumpa Arsenal. Apalagi itu didapatkannya tatkala kemenangan yang berada di depan mata harus lenyap di menit akhir pertandingan. Maka tak heran, bila dirinya berujar bahwa keberuntungan sedang enggan bersahabat dengan tim yang ditukanginya. Lantas, apakah yang membuat Jose Mourinho begitu kecewa? Berikut alasannya.

Keunggulan di Lini Tengah
Keunggulan lini tengah Manchester United nampaknya mengundang penyesalan pertama dari Jose Mourinho. Bagaimana tidak? Kecerdasannya dalam meramu strategi seolah tidak berarti karena capaian antiklimaksnya itu.

Banyak anggapan bahwa pertandingan bertajuk big match itu akan menjadi ajang unjuk gigi Alexis Sanchez dan Mesut Ozil yang memperkuat Arsenal berhasil dipatahkan. Strategi yang diterapkannya mampu membuat Sanchez ataupun Ozil tidak berdaya. Strateginya mampu meredam daya eksplosif Sanchez serta kejeniusan Ozil dalam mengarsiteki serangan. Sanchez dan Ozil tidak banyak melakukan akselerasi ataupun sentuhan-sentuhan ajaib. Disiplinnya lini tengah The Reds Devil yang ditempati oleh Michael Carrick dan Ander Hererra begitu menyulitkan mereka. Tercatat ada sembilan jumlah intersep yang berhasil dilakukan Carrick (3) dan Hererra (6) dari total 23  intersep keseluruhan pemain Manchester United. Hal itu pun lantas membuat Sanchez atau Ozil tak banyak mengirimkan umpan-umpan berbahaya kepada Theo Walcott sehingga lini depan mereka terasa tumpul.

Jatuh Bangunnya Peter Cech
Selalu menyenangkan apabila melihat tim yang kita dukung terus menerus membombardir gawang lawan. Hal itu sepertinya juga dirasakan oleh Jose Mourinho. Kiper Arsenal, Peter Cech, harus rela menjadi bulan-bulanan kala timnya bersua The Reds Devil. Dua center back mereka, Koscielny dan Mustafi, yang piawai dalam bertahan tak begitu saja membuat Peter Cech luput dari ancaman para juru gedor Manchester United. Dirinya harus berjibaku menyelamatkan jala gawangnya dari kemasukan gol. Walaupun empat penyelamatan yang berhasil dibuatnya selama pertandingan belum mampu menyelamatkan gawangnya dari gol yang berhasil dicetak oleh Juan Mata yang memanfaatkan umpan tarik dari Ander Hererra.

Gol Balasan di Menit ke-89
Dapat dikatakan hal ini merupakan penyesalan terbesar bagi Jose Mourinho ketika terciptanya gol balasan di menit ke-89. Saat Arsenal yang selama pertandingan tidak banyak memperoleh peluang karena tersumbatnya daya kreasi Alexis Sanchez dan Mesut Ozil berhasil memecah kebuntuan.

The Gunners mampu menyamakan keunggulan Manchester United  yang ditorehkan oleh Juan Mata di menit akhir pertandingan. Tepatnya melalui tandukan Olivier Giroud yang berhasil memanfaatkan umpan yang dikirim oleh Chamberlain. Kedua pemain itu pun bisa dibilang sebagai pahlawan bagi The Gunners. Baik Giroud maupun Chamberlain sama-sama memulai permainan dari bangku cadangan. Akan tetapi, kejelian Arsene Wenger dalam memainkan Chamberlain dan Giroud-lah yang agaknya lebih menyesakkan dada Jose Mourinho. Berkat kejelian taktiknya itu, Jose Mourinho harus merelakan tiga poin yang sudah berada di depan mata. Alhasil, ia pun mengungkapkan bahwa dirinya telah dikalahkan oleh Arsene Wenger meskipun laga tersebut berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Itulah beberapa pemaparan mengenai laga Manchester United kontra Arsenal yang sekiranya mengundang kekecewaan dari Jose Mourinho. Sebuah laga bertajuk big match yang lagi-lagi gagal dimenangkannya. Dengan hasil tersebut, tim yang ditukanginya pun hanya berada di posisi ke-6 klasmen sementara dengan raihan 19 poin. 


*Yuga Andika Ramadhan 

  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Diamnya Mourinho Rating: 5 Reviewed By: mindis.id