mindis.id
Latest News
Monday, November 14, 2016

Analisis Kemenangan Donald Trump

Baca Juga




Siapa yang menyangka calon dari Partai Republik ini akan menjadi pengganti Barrack Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Sebagai seorang yang tak punya pengalaman sebagai politikus ataupun memegang jabatan publik, kemenangan Trump ini cukup mengejutkan. Terlebih lagi, pria berambut blonde ini sering mengemukakan pendapat yang kontroversial. Selain itu, ia berhasil menepis segala analisis yang menyatakan bahwa peluangnya untuk menang sangatlah tipis. 

Kemenangan Trump ini menimbulkan beberapa fakta unik yang menurut pandangan saya patut untuk dicermati lebih dalam. Setidaknya ada 3 hal, yaitu bukan orang lama serta kebal terhadap serangan. 

Bukan Orang Lama

Menurut beberapa pakar, kemenangan Trump ini tak lepas dari keberhasilannya meraih dukungan dari kelas pekerja kulit putih. Ini terbukti dari 3 wilayah dominan kelas pekerja kulit putih di bagian Ohio, Florida, dan North Carolina. Mereka ini adalah pergeseran para pemilih, yang semula merupakan pemilih loyal partai Demokrat menjadi partai Republik. 

Pertanyaannya bagaimana bisa Trump mengambil hati mereka? jawabannya adalah karena Trump dianggap sebagai orang baru, bukan pemain lama. Pemilih di tiga wilayah ini sudah bosan suaranya tidak didengar. Trump dianggap sebagai sosok baru yang bisa merevolusi Amerika dan mendengarkan aspirasi mereka. 

Selain itu, kemenangan Trump ini sebenarnya kemenangan dirinya sendiri, bukan partai Republik, walaupun Grand old Party merupakan kendaraanya untuk menjadi presiden Amerika. Mengapa demikian? sebab musuh Trump bukan hanya Partai Demokrat, melainkan juga partainya sendiri. Sebut saja Richard Hanna, salah satu anggota kongres asal partai Republik yang menolak untuk memilih Trump dengan alasan Trump telah menghina orang tua tentara muslim Amerika Serikat yang terbunuh di Irak. 

Kebal 

Pria berambut blonde ini memang acap kali mengeluarkan peryataan yang kontroversial, misalnya seperti akan menutup masjid - masjid di Amerika serta menutup pintu Amerika untuk para umat muslim. Akibat sering mengucapkan pernyataan yang kontroversial, beberapa pakar mengatakan bahwa Trump akan sulit menang dengan sikapnya yang seperti itu. Selain itu, dilansir dari CNN, popularitas Trump juga merosot tajam setelah debat kandidat terakhir pada tanggal 20 Oktober 2016 di University of Nevada.   

Namun, Trump bagaikan baju anti peluru. walaupun ditembak berulang - ulang kali oleh para penentangnya, Ia tidak pernah jatuh sama sekali. Ia terus blusukan untuk berkampanye dan mengajak seluruh warga Amerika datang ke tempat pemungutan suara. Dan hasilnya, ia berhasil terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. 


*Ahmad Hidayah
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 

Sumber gambar : https://www.theodysseyonline.com
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 comments:

Item Reviewed: Analisis Kemenangan Donald Trump Rating: 5 Reviewed By: mindis.id