mindis.id
Latest News
Sunday, October 23, 2016

Masyarakat Pulau Komodo: Hidup Tak Seindah Pulaunya

Baca Juga

pulau komodo

Pulau Komodo yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara Timur, masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pulau komodo meraih penghargaan sebagai tujuh keajaiban dunia yang merupakan tempat wisata alam terbaik di dunia. Hewan langka seperti Komodo pun hidup dan berkembang biak di sana hingga sekarang.

Sayangnya, di balik semua itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Seolah belum mendapat prioritas perhatian dari pemerintah, membuat banyak masyarakat Indonesia bagian timur ini yang berada pada tingkat perekonomian dan pendidikan yang terbatas. Minimnya pemenuhan kebutuhan hidup bagi 150 kepala keluarga yang tinggal di rumah panggung sederhana itu, membuat keadaan di Pulau Komodo sangatlah memprihatinkan.

Beberapa contoh yang saya ketahui, salah satunya adalah minimnya tenaga listrik yang hanya mulai beroperasi dari pukul enam sore hingga pukul sebelas malam. Listrik di Pulau Komodo dimatikan. Masyarakat per harinya dikenakan biaya Rp6.000 untuk listrik, sedangkan listrik yang beroperasi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Selain listrik yang terbatas, keterbatasan air bersih juga menjadi masalah bagi masyarakat di sana. Mereka bahkan harus membeli air dengan hitungan per derigen. Seharga Rp500 harus mereka keluarkan untuk satu derigen air. Memang ada satu sumur yang airnya masih tawar, tetapi jarak yang ditempuh untuk mendapatkan air tersebut terbilang cukup jauh. Hal itulah yang membuat masyarakat Pulau Komodo lebih memilih untuk membeli air bersih demi kebutuhan sehari-hari mereka.

Selain itu, hal yang juga membuat saya sedih adalah kurangnya fasilitas pendidikan yang layak berada di Pulau Komodo. Di sana, hanya ada satu sekolah yang digunakan oleh siswa SD dan SMP. Letaknya berada di balik bukit. Tempatnya pun dikotori oleh kotoran kambing sehingga tempat belajar menjadi tidak bersih. Jika masyarakat Pulau Komodo ingin lanjut ke jenjang SMA, mereka harus sekolah di Labuan Bajo yang letaknya tidak bisa dibilang dekat.

Rata-rata penduduk Pulau Komodo bekerja sebagai nelayan atau ranger wisata alam Pulau Komodo. Kurangnya
pemenuhan kebutuhan hidup dan ekonomi membuat masyarakat tersebut minim pengetahuan dan informasi. Akibatnya, banyak masyarakat di sana yang hanya mementingkan kehidupan pribadinya atau memperkaya diri sendiri. 

Di balik pulau-pulau yang indah dan menjadi destinasi wisata banyak orang, ternyata penduduk-penduduk di sana masih jauh dari pemenuhan hak kehidupan yang layak. Teruntuk pemerintah, saya berharap dapat melakukan suatu cara agar masyarakat di pulau tersebut lebih diperhatikan dan tidak tertinggal dengan informasi dan pengetahuan yang berkembang di masa kini. Sedikit pengetahuan saya mengenai Pulau Komodo ini, semoga dapat menggugah pemerintah, agar ke depannya, destinasi Indonesia yang indah dapat mengindahkan pula para penduduknya. 

*Alan Haryadiansyah 
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik 
Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Masyarakat Pulau Komodo: Hidup Tak Seindah Pulaunya Rating: 5 Reviewed By: mindis.id