mindis.id
Latest News
Wednesday, October 12, 2016

Kebijakan dan Gaya Kepemimpinan Ahok

Baca Juga

ahok

Resmi dilantik sebagai gubernur pada 19 November 2014, membuat nama Basuki Tjahaja Purnama menjadi orang nomor satu di ibu kota meneruskan sisa masa jabatan Joko Widodo periode 2012-2017 yang terpilih menjadi Presiden RI. Pria kelahiran Manggar, Belitung Timur, dikenal dengan perangainya yang kerap kali meledak-ledak. Bahkan tak jarang, Ahok (panggilan akrabnya), bersitegang dengan beberapa organisasi massa yang menilai dirinya terlalu “blak-blakan” dalam menyampaikan aspirasi atau gagasan-gagasannya. Kini, dirinya kembali mencalonkan diri dalam Pilkada DKI 2017 berdampingan dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Untuk kembali menyegarkan ingatan kita, bagaimana sih kebijakan dan gaya kepemimpinan Ahok selama menjabat sebagai gubernur? Langsung ulas saja, yuk!

Di awal masa kepemimpinannya, Basuki Tjahaja Purnama mencoba mewujudkan ide yang sudah disusun dari masa kepemimpinan Joko Widodo sebelumnya, yaitu tentang transparansi birokrasi yang diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada pejabat pemerintahan daerah di bawah naungannya. Berbagai cara pun coba dilakukannya, seperti meng-upload setiap jalannya rapat ke akun media sosial, menerapkan program e-catalog, e-budgeting, dan lain sebagainya. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui dan mengawasi hal-hal yang berkenaan dengan rencana pembangunan Jakarta. Harapannya, dengan menggunakan sistem kerja berbasis elektronik, tindak kecurangan dalam tatanan birokrat tidak terjadi, terutama perihal pengadaan barang dan jasa. Walaupun di awal penerapan program e-budgeting memicu kontroversi dalam hal anggaran pembelian UPS. Namun pada akhirnya, program-program tersebut menjadi program percontohan bagi daerah-daerah lainnya.

Dalam hal pelayanan kesehatan, kerja nyata Ahok dapat dilihat dari peningkatan taraf pelayanan puskesmas menjadi sekelas rumah sakit. Hal ini dilakukan dengan menempatkan dokter-dokter spesialis yang melakukan praktik. Tercatat sebanyak 15 puskesmas kapasitasnya ditambahkan dengan ruangan rawat inap serta menyediakan kamar operasi, ruang intensive care unit (ICU) dan ruang high care unit (HCU). 

Peningkatan pelayanan pada segi transportasi pun tak luput dari "sentuhan" Ahok selaku Gubernur DKI. Ia melakukan pengadaan Scania bus yang dilengkapi dengan fasilitas elevator. Dengan adanya fasilitas ini, kaum manula dan penyandang disabilitas pun dapat lebih nyaman dalam menggunakan transportasi massal. 

Pria kelahiran 29 Juni 1966 ini juga memenuhi komitmennya dalam masalah penanggulangan banjir Jakarta, walaupun sulit rasanya untuk menghindarkan Jakarta dari bencana banjir. Beberapa upaya yang ia realisasikan dalam pembenahan banjir antara lain dengan menormalisasi Kali Sunter, Waduk Rawa Badung, Cengkareng Drain, pembangunan sodetan Ciliwung, pembenahan Waduk Kebon Melati, dan menyediakan pompa-pompa untuk mengurangi genangan-genangan air. Meskipun pada akhirnya ia harus menerima adanya anggapan sebagian warga yang menyebut dirinya “tukang gusur” sebagai konsekuensi dari tindakan dan keputusannya itu.  

Selama masa kepemimpinannya, Ahok juga mengambil sikap tegas dan tidak bersahabat dengan tindak korupsi serta penyelewengan dana. Salah satunya dibuktikan ketika ibu kota tersandung skandal makam fiktif. Ia pun tidak segan-segan memberhentikan oknum-oknum dalam jajarannya yang terlibat skandal tersebut. Sanksi tegas lainnya yang pernah ia keluarkan untuk tindak penyelewengan, berupa penutupan bagi toko-toko yang berani mencairkan dana KJP, karena beliau menganggap itu sebagai sebuah tindakan yang menyalahi aturan. 

Itulah beberapa kebijakan dan gaya kepemimpinan Ahok dalam membenahi masalah yang ada di DKI Jakarta, ibu kota negeri ini yang tentunya menjadi kota kebanggaan kita. Ada yang menyukai kebijakan-kebijakannya dalam memimpin dan ada pula yang kurang setuju dengan gaya kepemimpinannya. Terlepas dari semua itu, sudah sepatutnya kita menyambut semangat demokrasi Pilkada DKI 2017 dengan suka cita. Karena harapan kita sama, yaitu untuk Jakarta yang lebih baik lagi! *Yuga Andika Ramadhan

(diolah dari berbagai sumber)


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kebijakan dan Gaya Kepemimpinan Ahok Rating: 5 Reviewed By: mindis.id