Latest News
Tuesday, October 25, 2016

Chelsea Lebih Baik Dibanding MU dari Segala Sektor

Baca Juga


Kembalinya Jose Mourinho ke Stamford Bridge ternyata menorehkan catatan buruk bagi sang arsitek Manchester United. Pasalnya, Jose Mourinho tidak pernah kalah empat gol tanpa balas sepanjang kariernya di Premier League. Pasukan Antonio Conte tampil begitu perkasa di kandangnya sendiri. Terlihat jelas dari gaya bermain 3-5-2 yang diterapkan Arsitek berkebangsaan Italia itu sukses membungkam 11 pemain The Red Devils. Lantas mengapa The Blues mampu begitu perkasa di hadapan para pemain The Red Devils? Mari kita bahas satu per satu. 

Kiper 
Satu-satunya kesalahan fatal yang dilakukan De Gea adalah keputusannya maju yang berakibat terjadinya gol perdana Chelsea. Keputusannya ini terkesan sebagai keputusan yang kurang tepat. Mungkin, De Gea berpikir bahwa Blind dan Smalling yang berusaha mengejar ketertinggalannya atas Pedro tidak mampu untuk menutup ruang tembak Pedro. Namun tetap saja, seharusnya tidak perlu meninggalkan sarangnya, sebab posisi Pedro saat itu, yang menyamping, bukanlah posisi tembak yang ideal. 

Berbanding terbalik dengan Courtouis, ia membuktikan bahwa dirinya tetaplah salah satu kiper terbaik dan dibutuhkan di Chelsea. Ia mampu mementahkan beberapa peluang emas yang diciptakan oleh anak asuhan Jose Mourinho. Setidaknya, Hal ini membuat lini depan setan merah cukup frustasi untuk membobol gawangnya. 

Lini Belakang 
Satu-satunya hal yang patut disalahkan atas tak berdayanya Manchester United di kandang Chelsea adalah rapuhnya lini belakang. Coba lihat gol pertama Chelsea, ini murni kesalahan Blind yang telat melihat pergerakan Pedro. Lalu lihat gol kedua Gary Cahill, Smalling salah membaca arah gerak bola. Seharusnya ia mundur, bukan maju, sehingga Gary Cahill menjadi tidak terkawal. Gol ketiga pun terjadi karena kesalahan Smalling yang terlambat menutup ruang tembak Eden Hazard. Lagi-lagi, gol keempat dari Kante terjadi karena kesalahan prediksi Smalling yang mengira ia akan memberikan bola kepada Diego Costa sehingga Kante pun dengan mudah melewati Smalling. 

Berbeda dengan The Blues, tiga pemain belakang Chelsea bermain sangat rapih. Bahkan terlihat pemain depan MU frustrasi untuk masuk ke dalam kotak pinalti The Blues sehingga lebih sering melakukan crossing dari pinggir ataupun tembakan jarak jauh. Walaupun menggunakan tiga pemain belakang, dua winger Chelsea yaitu Marcos Alonso dan Victor Moses mampu bermain sangat apik dengan transisi menyerang dan bertahannya. 

Lini Tengah 
Lini tengah MU terkesan sangat monoton dan minim kreativitas. Jelas sekali karena dua pemain penting MU yang kaya akan kreativitas seperti Juan Mata dan Wayne Rooney tidak tampil pada laga kali itu. Hemat saya, seharusnya Juan Mata dimainkan dari menit awal menggantikan Ander Herrera yang tidak terlihat sama sekali sepanjang laga. Selain itu, Martial juga layak untuk menjadi starting line up menggantikan Rashford. Menurut catatan saya, Rashford bermain lebih baik jika menjadi pemain pengganti dibandingkan jika bermain sebagai starting line up.

Pemain tengah Chelsea sukses membuat lini tengah MU kebingungan. Mereka bermain sangat sabar. Menunggu hingga lawan melakukan kesalahan lalu melakukan serangan balik dengan cepat. Mou memang selalu kerepotan jika melawan tim-tim dengan gaya main seperti ini. Keseimbangan dua jangkar Chelsea, yaitu Nemanja Matic yang bertugas sebagai pengatur tempo serangan dan Kante yang bertugas menghalau serangan balik, sukses membungkam lini tengah MU. Selain itu, Marcos Alonso dan Victor Moses juga bermain sangat gemilang dengan transisi menyerang dan bertahannya. 

Lini Depan 
Sebenarnya, Ibrahimovic beberapa kali menciptakan peluang emas. Namun sayang, lini belakang Chelsea terlalu kuat untuk ditembus. Sebenarnya ini bukan kesalahan Ibrahimovic. Ibra merupakan tipikal pemain lambat yang selalu berada di dalam kotak pinalti. Seharusnya, Rashford bisa membuat ruang untuknya sehingga ia bebas untuk bergerak. Sepanjang pertandingan, David Luiz dan Cahill sukses membuat Ibrahimovic tidak leluasa bergerak. 

Sama dengan Diego Costa. Barisan belakang MU terkesan sangat menutup rapat ujung tombak The Blues ini. Sehingga winger Chelsea seperti Pedro dan Hazard sangat nyaman untuk bergerak. Pada pertandingan kali ini, Conte menempatkan Costa hanya sebagai false nine ataupun tembok yang mampu membuat kedua winger Chelsea ini dapat bergerak dengan leluasa. 

Kesimpulan dari analisis saya ini adalah, Chelsea mampu menang dari segala sisi pertandingan. Kejeniusan Antonio Conte membaca permainan tim asuhan Jose Mourinho sukses mengantarkan anak asuhannya menang empat gol tanpa balas. 


*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Sumber gambar: www.chelseafc.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Chelsea Lebih Baik Dibanding MU dari Segala Sektor Rating: 5 Reviewed By: mindis.id