Latest News
Wednesday, September 28, 2016

Warna-Warni Merah Biru

Baca Juga

Stamford Bridge kembali menjadi saksi laga syarat gengsi antara Chelsea kontra Liverpool, dua klub beda warna yang tengah berlomba menaiki tangga klasmen EPL. Tampil di rumah sendiri, The Roman Emperor sejatinya lebih diunggulkan menjadi pemenang pada laga tersebut. Pasalnya di bawah asuhan pelatih barunya Antonio Conte, sepanjang empat pekan bergulirnya EPL The Blues masih belum tersentuh kekalahan, berbeda dengan kubu Merseyside merah yang telah mengantongi satu kekalahan. Akan tetapi, seolah ingin menjawab keraguan banyak pihak, The Reds yang datang bertamu justru berhasil menyudahi laga tersebut dengan kemenangan dan membawa pulang tiga poin. Faktor apa sajakah yang menyebabkan kegagalan Chelsea meraih poin penuh malam itu? Berikut ini beberapa ulasannya.

Absennya John Terry
Dapat dikatakan peran John Terry dalam skuad The Blues masih belum tergantikan. Itu amat terasa ketika tim asuhan Antonio Conte dipaksa tertinggal lebih dulu oleh gol yang dicetak Dejan Lovren. Memanfaatkan situasi set-piece, Lovren yang lolos dari jebakan offside melepaskan sontekan ke kanan gawang Thibaut Cortouis sehingga ia pun berhasil membawa The Reds memimpin. Meskipun pada laga itu David Luiz tampil solid dengan catatan dua tekel, delapan kali sukses dalam duel perebutan bola, dan menjadi pemain The Blues yang paling banyak melakukan sapuan dengan catatan lima clearance, tidak adanya sosok pemimpin seperti John Terry membuat koordinasi pertahanan yang dibangun pemain bertahan Chelsea menjadi lemah. Dan hal itu berhasil dimanfaatkan Lovren untuk mencatatkan namanya di papan skor, di mana terakhir kali ia mencetak gol kala masih berseragam Southampton. The Roman Emperor yang terkenal akan konsentrasi lini pertahanannya yang baik pun tidak terlihat pada laga itu.

Dominasi Lini Tengah oleh Kubu The Reds
Keberhasilan Liverpool mencatatkan kemenangan kelimanya dari sembilan kunjungan terakhirnya di Stamford Bridge, tak lepas dari penampilan militan para gelandang mereka. Bersama Coutinho, Mane, Adam Lallana, dan Wijnaldum, Jordan Henderson berhasil mempersempit ruang gerak para gelandang The Blues sehingga tak banyak bola yang mengalir ke kaki Eden Hazard maupun Diego Costa. Catatan enam peluang dan hanya dua di antaranya yang nyaris berujung gol bukanlah rapor menggembirakan bagi tim sekelas Chelsea yang dihuni gelandang-gelandang kelas dunia. Dengan gaya bermain gegen pressing, para gelandang The Reds berhasil menekan daya kreativitas Nemanja Matic ataupun Kante sehingga memaksa keduanya memainkan bola-bola jauh yang kurang efektif. Alhasil pemain-pemain seperti Hazard, Oscar, dan Willian pun lebih banyak berada di setengah garis pertahanan guna membantu lini pertahanan Chelsea.

Efektivitas dan Keberanian Melakukan Percobaan ShootingSejak kedatangan Klopp, permainan dengan inisiatif menyerang seolah menjadi warna baru dalam gaya bermain Liverpool. Pun demikian halnya kala mereka bertandang ke Stamford Bridge. Sepanjang paruh babak pertama, The Anfield Gank tampil lebih menyerang dan mendominasi laga dengan catatan enam kali peluang di mana empat di antaranya nyaris berbuah gol. Keberanian para pemain The Reds dalam melakukan percobaan tendangan-tendangan jarak jauh pun berbuah pada gol cantik yang berhasil dilesatkan oleh Jordan Henderson. Gol tersebut bukan saja memperlebar jarak keunggulan tim Merseyside merah menjadi 0-2 namun sekaligus mengunci kemenangan Liverpool.

Momen yang Hilang
Keputusan pelatih Antonio Conte dalam melakukan pergantian pemain di 5 menit terakhir pertandingan patut disayangkan. Karena sejatinya Chelsea mendapatkan momentum untuk membalikkan keadaan atau memaksakan hasil imbang setelah Diego Costa berhasil mencetak gol. Setelah gol tersebut tercipta, para pemain Liverpool lebih bermain bertahan dan mengurangi agresivitas serangan. Pemain-pemain seperti Mane dan Coutinho (sebelum akhirnya digantikan oleh Lucas) lebih banyak turun membantu lini pertahanan. Hal itu sekiranya dapat dimanfaatkan Antonio Conte untuk memasukkan pemain-pemain seperti Fabregas, Pedro, dan Moses yang kaya akan kreativitas guna menambah variasi-variasi serangan. Bukan tidak mungkin dengan memasukkan mereka lebih awal setidaknya saat 5 menit setelah terciptanya gol akan lebih mengubah jalannya pertandingan dan hasil akhir.

Demikianlah beberapa catatan dari pertandingan Chelsea kontra Liverpool yang berlangsung di Stamford Bridge (17/9). Meskipun menelan kekalahan pada laga tersebut, Chelsea masih mantap berdiri di posisi 5 klasmen dengan raihan 10 poin unggul produktivitas gol dari Liverpool yang berada di urutan ke-6. Peluang keduanya dalam perebutan gelar pun masih sama besar mengingat EPL baru akan memasuki pekan ke-6. Hem, layak untuk kita tunggu pembuktian dari kedua tim ini ya, Guys!

*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan 
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Warna-Warni Merah Biru Rating: 5 Reviewed By: mindis.id