Latest News
Thursday, September 8, 2016

Revolusi dan Solusi dari Gaya yang Diadopsi (Edisi Transfer EPL 2016-2017)

Baca Juga



Agustus telah berlalu pertanda manuver dengan ambisi berbalut gengsi klub-klub eropa pada bursa transfer musim panas harus terhenti. Musim dimana para klub eropa sibuk berbenah guna memanah banyak gelar itu senantiasa menorehkan cerita-cerita.Seperti halnya rekor ataupun kisah nostalgia antara pemain dengan klub lamanya.Di Liga Primer Inggris misalnya, liga yang sarat dengan reputasi kompetisinya yang kompetitif ini kembali tercatat sebagai yang paling boros dalam pengeluaran belanja pemain. Tercatat dana sebesar 1.5 miliar euro digunakan tim-tim Liga Primer Inggris untuk berbelanja pemain. Dan dari Manchester ada cerita tentang kembalinya Paul Pogba sebagai kisah nostalgia yang melengkapi drama transfer musim ini.

Tak dapat dipungkiri bahwa hadirnya pelatih-pelatih ternama di Liga Primer Inggris kian  menambah kuat daya tarik liga tersebut untuk mengundang pemain-pemain top dunia mencicipi ketat persaingannya. Nama-nama seperti Pep Guardiola, Antonio Conte, Jose Mourinho, Jurgen Klopp, Arsene Wenger, dan banyak lagi saling beradu taktik guna memetik gelar juara. Dan pada kesempatan ini saya akan coba sedikit menganalisa pembelanjaan para pelatih tersebut dalam memanfaatkan transfer musim panas 2016-2017.

1. Manchester City
Manchester City menjadi klub yang paling banyak mengeluarkan dana untuk belanja pemain. Sebesar 213 juta euro dihabiskannya untuk mendatangkan para pemain baru, dan itu tak terlepas dari hadirnya sosok Pep Guardiola sebagai pelatih anyar mereka, dimana bermain, penguasaan bola, dan posisi merupakan bagian penting dari filosofi yang diusungnya. Itu dapat dilihat dari para pemain yang coba dihadirkan Pep Guardiola ke dalam skuadnya, nama-nama seperti Ilkay Gundogan, Leroy Sane, John Stones, Gabriel Jesus, Claudio Bravo sukses didatangkan, pemain-pemain dengan tipikal kuat dalam penguasaan bola yang memang menjadi kesukaannya. John Stones misalnya, yang menjadi pembelian termahal M. City di musim ini, Stones yang merupakan pemain dengan urutan ke-7 blok terbanyak di EPL musim lalu diharapkan mampu memperkuat lini belakang M. City yang pada musim lalu pula kemasukan 41 gol. Tak hanya itu Stones yang juga mahir dalam dribel dan umpan menjadikannya kian selaras dengan filosofi permainan Pep Guardiola menggantikan Martin Demichelis yang dilepas dengan status bebas transfer.

Tidak jauh beda dengan Martin Demichelis, Joe Hart yang musim lalu menjadi pilihan utama Manuel Pelegrini untuk urusan penjaga gawang pun harus rela angkat kaki meninggalkan The Citizen. Kelebihannya dalam mengantisipasi ancaman bola-bola silang belum cukup untuk memikat hati Guardiola, pasalnya akurasi umpanyang dimilikinya terbilang buruk, ditambah dengan kurangnya keberanian hart dalam memberikan umpan-umpan jarak dekat pada pemain belakang M. City.Guardiola yang sejatinya menyukai permainan menyerang yang dibangun dari belakang lebih memilih mendatangkan Claudio Bravo ketimbang Hart yang secara permainan kurang disukainya itu.Claudio Bravo yang memiliki statistik clean sheet dan akurasi umpan yang lebih baik ketimbang Hart.

Selain dua nama itu ada juga nama Yaya Toure yang selama beberapa musim belakangan tak tergantikan perannya di skuad M. City. Bukan tentang masalah personal hanya saja berkenaan dengan prinsip filosofi permainan yang coba dibangun.

2. Manchester United
Rekor datang dari klub rival Manchester City yaitu Manchester United yang memecahkan rekor pembelian termahal. Adalah Paul Pogba yang menjadi tokoh utama itu, dengan nilai transfer mencapai 105 juta euro sekaligus mencatatkan nama Jose Mourinho sebagai pelatih yang melakukan pembelian termahal untuk kali pertama dalam karir kepelatihannya. Bukan tanpa alasan seorang Mou melakukan pembelian tersebut. Pasalnya pelatih yang satu ini senantiasa mengisi lini tengah timnya dengan pemain-pemain pekerja keras yang kuat dalam duel, penguasaan bola serta memiliki kemampuan umpan dan tembakan di atas rata-rata yang dilihatnya ada dalam diri Paul Pogba.

Pelatih yang juga mengagumi Catenaccio Italia ini pun sukses mendatangkan defender tangguh bernama Eric Baily dengan harga 38,3 juta euro. Pemain yang di musim lalu mencatatkan 120 clearences dengan 65 intersep bersama timnya Villareal itu diharapkan mampu menambah kokoh lini pertahanan Manchester United yang di musim lalu tampil kurang solid. Selain lini pertahanan yang tangguh, latar Jose Mourinho yang selalu memiliki ujung-ujung tombak mematikan dalam timnya pun membuat Manchester United merekrut Zlatan Ibrahimovic yang ketajamannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kian beruntung karena sang mega bintang datang dengan status free transfer, belum lagi dengan  hadirnya gelandang serang kreatif seperti Henrikh Mkhitaryan, yang tentunya akan menambah kaya kreatifitas lini serang Manchester United. Maka dengan deretan semua pemain yang telah dimilikinya itu bukan tidak mungkin kegemilangan Manchester United kembali hadir di publik Theater of Dream.

3. Chelsea
Antonio Conte pelatih yang berasal dari Italia ini, adalah nama yang turut serta dalam meramaikan jajaran elit pelatih-pelatih Liga Primer Inggris musim ini. Pelatih yang sukses membawa Bianconeri berjaya di liga Italia itu pun datang dengan filosofi dan gaya khas sepakbolanya. Gaya sepakbola yang tampil ngotot tanpa kenal lelah serta tangguh dalam bertahan. Conte yang gemar akan pemain-pemain kuat, tangguh dan piawai dalam mengalirkan bola memulai transfer dengan merekrut N’golo Kante. Kante yang merupakan salah satu kunci sukses Leicester City di musim lalu, datang dengan catatan 145 tekel sukses dari 281 percobaan tekel yang dibuatnya. Dan bukan tidak mungkin dengan kehadirannya kinerja Nemanja Matic yang di musim lalu kurang cemerlang menjadi gemilang karena sejatinya dua pemain ini akan saling melengkapi dalam mengawal lini tengah The Blues.

Untuk menambah persaingan di lini depannya Antonio Conte sukses mendatangkan Michy Batshuayi dari Marseille dengan nilai transfer mencapai 40 juta euro, pemain yang dinilainya itu sebagai pemain dengan paket lengkap. Catatan 17 gol nya di musim lalu cukup menggambarkan bahwa ia adalah seorang penyerang yang haus gol.

Seolah tak mau kalah dengan Jose Mourinho yang selalu memberikan perhatian lebih pada lini pertahanan, Antonio Conte pun ber-manuver dengan mendatangkan dua defender tangguh seperti David Luiz dan Marcos Alonso, serta Eduardo untuk posisi penjaga gawang.Khusus untuk Marcos Alonso, selain diproyeksikan sebagai pelapis Azpilicueta.Pemain yang didatangkan dengan mahar 27 juta euro ini sejatinya diharapkan Conte dapat melengkapi kebutuhan pemain yang diperlukannya guna menjalankan formasi 3-5-2 yang memang menjadi kesukaannya.Akankah Antonio Conte menerapkan formasi favoritnya atau tetap menggunakan empat bek yang sudah mendarah daging di Chelsea.

4. Liverpool
Memulai petualangannya di Anfield musim lalu, membuat Jurgen Klopp sadar dengan kebutuhan pemain dalam skuadnya guna menjalankan gegenpressing yang sudah menjadi pakemnya.Permainan tidak kenal lelah lagi atraktif yang seringkali disebutnya sebagai heavy metal football. Nama-nama seperti Sadio Mane, Georginio Wijnaldum, Ragnar Klavan, Alex Manninger, Joel Matip dan Loris Karius pun menjadi incaran dan sukses didatangkannya. Para pemain dengan stamina kuda tanpa kenal lelah yang melengkapi kepingan puzzle strateginya itu.

Kerapuhan lini belakang The Reds musim lalu membuat Klopp bergerak cepat dalam mengamankan servis Joel Matip dan Ragnar Klavan. Joel Matip yang kuat dalam antisipasi, konsentrasi, dan lihai dalam memotong umpan didatangkan Jurgen Klopp dengan status bebas transfer. Tercatat dalam setiap pertandingan yang dimainkannya Joel Matip memiliki rataan 1.12% untuk tekel, 0.88% untuk blok, 3.12% untuk intersep, dan 3.53% untuk duel-duel yang berhasil dimenangkannya, jumlah rataan yang lebih baik dari defender The Reds lainnya. Sedangkan Ragnar Klavan, seorang pemain dengan mental petarung memang telah sejak lama sukses mencuri hati Jurgen Klopp dan diharapkan dengan kehadirannya dapat membangkitkan mental petarung dan kepercayaan diri pemain Liverpool lainnya.

Kerap inkonsistensi nya penampilan Simon Mignolet, juga menjadi cerita tersendiri sebab kedatangan Loris Karius dan Alex manninger di Liverpool. Loris Karius yang di musim lalu mencatatkan 9 kali clean sheet dengan 86 penyelamatan tanpa sekalipun kebobolan dari situasi set-piece membuat Kloop jatuh hati dan dirasa tepat sebagai pesaing Simon Mignolet yang kurang baik dalam mengantisipasi situasi set-piece. Situasi yang seringkali menghadirkan mimpi buruk bagi kubu The Reds.Sedangkan Alex Maninnger sengaja didatangkan untuk diproyeksikan sebagai pelapis keduanya dan diharapkan dapat membagikan pengalamannya yang kaya kepada mereka.

Untuk mempertajam ujung-ujung tombaknya klopp pun menghadirkan  Georginio Wijnaldum dan Sadio Mane yang penuh kreatifitas juga eksplosif. Pasalnya kurang tajamnya ujung tombak Liverpool di musim lalu bukan saja datang dari buruknya penyelesaian akhir, namun juga dari kurangnya suplai bola kepada sang striker. Georginio Wijnaldum misalnya, kemampuannya yang serba bisa juga kecerdasannya akan taktik membuat Klopp tak ragu untuk menggaetnya dari Newcastle. Sedikit berbeda dengan Wijnaldum, Sadio Mane datang dengan kecepatan yang dimilikinya serta kemampuannya yang serba bisa ditambah keunggulan akselerasi jarak pendeknya yang cocok dengan skema counter-pressing yang kerap kali digunakan Jurgen Klopp.

5. Arsenal
Tak berbeda jauh dengan kontestan big four lainnya, Arsene Wenger pun berbenah dan menaruh perhatian lebih pada sektor pertahanannya.Ia pun lantas merekrut Rob Holding guna menambah kedalaman skuadnya di barisan pertahanan lantaran Per Mertesacker dan Gabriel Paulista yang harus menepi dalam waktu yang lama. Selain Holding Wenger pun sukses mendatangkan Shkodran Mustafi dengan mahar 41 juta euro jelang akhir penutupan jendela transfer. Defender tangguh yang memiliki catatan 122 intersep, 20 blok, dan 162 clearances di La Liga musim lalu diharapkannya mampu membangun lini belakang yang solid bersama pemain Arsenal lainnya.

Guna menambah keseimbangan di lini tengah Arsene Wenger pun mendaratkan Granit Xhaka, pemain muda yang sarat akan pengalaman dengan nilai transfer 45 juta euro. Gelandang serba bisa berkebangsaan Swiss dengan kemampuan umpan-umpan dan duel-duel bola atas yang bagus ini diharapkan mampu meningkatkan performa Arsenal yang kerap kali tampil tidak konsisten.

Untuk sektor terdepan, Arsenal menggaet Lucas Perez dari Deportivo la Coruna yang tampil gemilang dengan catatan 17 gol nya dari 37 laga di musim lalu dengan catatan minimnya peluang yang didapat timnya kala itu. Penyerang dengan tipikal permainan yang melebar diharapkan mampu menambah produktifitas gol Arsenal yang sebelumnya di tempati oleh Olivier Giroud sekaligus menyempurnakan skema taktik Arsene Wenger.

Dunia memang selalu berubah, kebijakan dan keputusan pun sama, dapat berubah sewaktu-waktu dengan seiring berjalannya waktu. Tak ubahnya dengan sepakbola, banyak perangkat-perangkatnya yang datang dan pergi seperti pelatih dengan staf kepelatihannya, pun demikian halnya dengan  pemain yang mengisi barisan skuadpada sebuah klub. Namun akan tetap ada satu hal yang tetap sama, tak boleh berubah sampai kapanpun “Filosofi”, sebuah keyakinan yang tumbuh dengan rasa cinta. Kecintaan akan keyakinanlah yang menjadi dasar untuk membuat perubahan guna mendapatkan hasil terbaik.


*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan


Sumber gambar: www.detik-bola.com


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Revolusi dan Solusi dari Gaya yang Diadopsi (Edisi Transfer EPL 2016-2017) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id