mindis.id
Latest News
Tuesday, September 27, 2016

Mencari Akar Tiga Kekalahan Beruntun Manchester United

Baca Juga


Stadion Vicarage Road menjadi jadwal kunjungan Manchester United di pekan ke-5 EPL musim 2016/2017. Menghadapi tuan rumah Watford (18/9), The Reds Devils datang membawa skuad lengkap guna mengobati luka yang diderita kala menelan kekalahan pada laga derby menghadapi Manchester City dan saat jumpa Feyenoord di ajang Europa League. Namun, seakan belum mampu moving on dari dua kekalahan pada laga-laga sebelumnya, tim dengan koleksi 20 gelar EPL ini kembali menelan pil pahit dan harus rela mengakhiri laga dengan skor 3-1 untuk keunggulan tim berjuluk The Hornests sekaligus mengakhiri dominasinya atas Watford dalam 30 tahun terakhir. Apa saja sebab dari tiga kekalahan beruntun tim yang kini diasuh oleh Jose Mourinho? Berikut ini adalah beberapa ulasannya.

Minim Kreativitas
Mengatakan jika Paul Scholes adalah sosok pemain kunci pada era kejayaan Sir Alex bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Bukan tak beralasan, setelah memutuskan pensiun di akhir musim 2010/2011 ia diminta Fergie untuk kembali memperkuat pasukanThe Reds Devils pada laga kontra Manchester City di babak ketiga piala FA musim 2012/2013. Pemain yang menjadi bagian dari class of ’92 memang dikenal cerdas dalam mengkreasikan serangan-serangan united. Bandingkan dengan Manchester United belakangan ini, mereka tidak lagi memiliki gelandang yang tangguh dan kaya akan kreativitas.
Paul Pogba yang didatangkan dengan harga mahal belum juga mampu memperlihatkan kualitas terbaiknya. Alih-alih menjadi motor serangan tim, pemain berkebangsaan Perancis ini sering kali lambat dalam mengalirkan bola dan mengatur tempo permainan sehingga kerap kali membuat tim asuhan Jose Mourinho kehilangan momen dalam memanfaatkan serangan balik. Begitu pun dengan Henrikh Mkhitaryan yang hingga kini belum juga mampu memperlihatkan kegemilangannya seperti kala masih berseragam Dortmund. Datang dengan catatan 23 gol dan 32 assist di semua ajang musim lalu, gelandang Armenia ini sejatinya diharapkan menjadi solusi atas minimnya kreativitas tim yang bermarkas di Old Trafford. Namun, "setali tiga uang" baik Pogba maupun Mkhitryan sama-sama belum mampu memenuhi harapan dan masih membutuhkan waktu beradaptasi untuk memunculkan kreativitas dan membuktikan kualitas mereka.

Kesalahan-Kesalahan Individu
Kesalahan-kesalahan individu sepertinya masih menjadi mimpi buruk Manchester United belakangan ini, yang terbaru adalah kesalahan yang dilakukan Anthony Martial kala bersua Watford sehingga berujung pada sebuah gol yang dibuat Capoue. Sebelumnya kala bersua Feyenoord, tim asal Belanda itu pun berhasil mencuri gol setelah memanfaatkan kontrol bola yang buruk dari lini tengah The Reds Devils. Dengan daftar barisan skuad yang mumpuni, kesalahan-kesalahan individu seperti itu sepatutnya tidak perlu terjadi ataupun setidaknya para pemain Manchester United lainnya dapat mengantisipasi kesalahan yang terjadi guna mencegah dan menghindarkan terciptanya gol yang dapat berujung pada kekalahan.

Strategi Tidak Tepat
Penempatan Wayne Rooney di posisi gelandang serang sepertinya perlu dikaji ulang oleh Jose Mourinho. Pemain berusia 30 tahun ini jauh lebih baik dipasang di posisi aslinya ketimbang memaksakannya bermain sebagai gelandang serang. Alasannya, di pertandingan terakhir kontra Watford kapten timnas Inggris ini sedikit sekali melakukan umpan-umpan terobosan dari pola permainan terbuka yang diperagakan oleh pemain Manchester United. Di laga itu ia memang sukses mencatatkan 33 umpan dari 40 percobaan, namun 12 di antaranya hanya mengarah ke samping, dan 15-nya ke arah belakang. Dapat dikatakan Wazza hanya mampu mengalirkan enam umpan ke barisan penyerang, jauh dari kata memuaskan untuk ukuran seorang gelandang serang.

Kurangnya Pemain Bertipikal Cepat
Sejauh ini di barisan terdepan Manchester United hanya Marcus Rashford dan Zlatan Ibrahimovic yang penampilannya terbilang memuaskan. Memphis Depay yang pernah digadang-gadang menjadi penerus C Ronaldo, bersama Martial dan Jesse Lingard sering kali tampil angin-anginan dan tidak stabil. Hal ini merupakan sebuah kerugian buat The Reds Devils, karena pemain-pemain tersebut sejatinya memiliki kecepatan. Latar permainan tim-tim EPL yang sering kali mengandalkan serangan balik cepat, membuat kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam sebuah pertandingan. Bukan tidak mungkin dengan minimnya stok pemain-pemain yang mempunyai kecepatan dan mampu tampil konsisten dalam skuad Manchester United, akan membuat mereka kesulitan dalam perburuan gelar ataupun kejayaan.

Pudarnya Keberuntungan De Gea
Tak lengkap rasanya apabila kita tidak memasukkan nama David De Gea dalam topik ini. Namun, bukan menyangkut performanya melainkan tentang keberuntungannya yang mulai memudar. Sejatinya penampilan David De Gea di beberapa pekan terakhir pertandingan Manchester United cukup baik, hanya saja ia seperti kehilangan sentuhan-sentuhan fantastisnya. Bukan tanpa alasan, mengingat di dua musim belakangan penjaga gawang berkebangsaan Spanyol ini kerap kali menghindarkan The Reds Devils dari kekalahan melalui penyelamatan-penyelamatan brilian yang dilakukannya, dan tanpa mengurangi rasa hormat, sepertinya ia memerlukan keberuntungannya kembali.

Mengalami tiga kekalahan secara beruntun memang menyakitkan, apalagi itu terjadi di tengah kampanye juara yang gencar dipropagandakan oleh kubu The Reds Devils. Tiga kekalahan beruntun ini merupakan kali ke-2 Manchester United mengalaminya setelah di musim lalu pernah terjadi di bawah asuhan Louis Van Gaal. Apakah ini penanda jika tangandingin Jose Mourinho dalam meramu taktik telah hilang? Mengingat dari 33 laga terakhirnya, ia telah 14 kali menderita kekalahan sekaligus merupakan yang ketiga kalinya dalam karier kepelatihannya. Patut kita nantikan.

*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan


  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Mencari Akar Tiga Kekalahan Beruntun Manchester United Rating: 5 Reviewed By: mindis.id