mindis.id
Latest News
Tuesday, September 20, 2016

LDR (Long Distance Relationship)

Baca Juga



Daun-daun berguguran, udara cerah berganti dengan awan kelabu. Aku tetap terdiam, menyambut pergantian waktu dengan diamku.

Joy, kekasihku, mengubah hariku menjadi lebih berwarna. Hubungan kami yang terbilang baru seumur jagung, namun terasa sudah bertahun-tahun lamanya.

Kami selalu melakukan setiap hal bersama. Bermain-main di taman sambil memakan es krim kesukaan Joy, hingga menyikat gigi, sering kami lakukan  bersama. Joy, kekasihku, hadirnya dirimu di hidupku, menghadirkan jiwa semangat di setiap langkahku. Hari-hari indah yang kuinginkan sejak lama, dapat terwujud nyata setelah kehadiran sosok bidadari seperti Joy.

Hingga suatu ketika, Joy memutuskan untuk pindah ke Korea, entah apa penyebabnya. Semangatku ketika sirna, setelah mengetahui akan keputusan Joy yang terbilang mendadak. Aku menghantarkan kepergian Joy hingga ke bandara, dengan suasana hati yang kacau.

Aku mencium kening Joy. Joy berbaring di pundakku. Rasanya sangat sulit melewati hari tanpa dirinya.

Perlahan kususuri jalan sekitar bandara, dengan keadaan yang tak seperti hari biasanya. Pesawat yang Joy naiki sudah terbang secepat kilat. Kami terpaksa harus berpisah dengan jarak ribuan kilometer. Jarak yang tak mungkin ditempuh dengan berjalan kaki.

Aku tinggal di Indonesia, sementara Joy harus pindah ke Korea. Long distance relationship (hubungan jarak jauh), hubungan yang membutuhkan komitmen tinggi dan banyak ujian di setiap harinya, semakin menguatkan kami satu sama lain. Kondisi yang mengharuskan berpisah, padahal kami masih sama-sama mencintai.

Media online-lah yang menjadi alternatif hubungan kami dengan jarak yang terlampau jauh. Kami selalu melakukan hal-hal yang sering kami lakukan ketika masih bersama di Indonesia. Setiap kali bermain di taman sambil makan es krim, menyikat gigi, pergi ke kafe, hingga beribadah, selalu kami lakukan bersama meskipun hanya lewat webcam. Hal itu kami lakukan agar kami berdua tetap mengingat masa-masa indah pada saat kami masih bersama-sama di Indonesia. Meskipun jarak yang memisahkan, tetapi kami tetap dapat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sering kami lakukan bersama.

Hari-hari berganti, tak ada sedikit kabarpun yang kuterima dari Joy. Pesan singkatku tak kunjung dibalas. Sudah beberapa bulan ini Joy menghilang. Kupandangi layar laptopku, tapi tak sedikitpun Joy menampakkan wajahnya. Pesan singkatku tak satu pun dibalas oleh Joy. Aku bingung, aku tak tahu harus berbuat apa.
Beberapa bulan sebelum Joy menghilang, kudapati wajah Joy yang pucat pasi, pertanyaanku tak sedikitpun dijawab oleh Joy.

Baby, apa yang terjadi denganmu? 
Tanyaku dengan penuh kekhawatiran.
Aku, baik-baik saja. 
Jawabnya.

Hanya kata-kata itu yang selalu Joy utarakan, setiap kali kutanya. Semakin membuat kebingungan yang tidak ada solusinya, seringkali menghampiri perasaanku.

Beberapa minggu kemudian, kudapati ada sebuah kiriman CD di depan rumahku. Ternyata kiriman tersebut datang dari Korea. Perlahan kubuka, dan kusaksikan tayangan di dalam CD itu.
Aku kaget, kesal, sedih, dan perasaan tak jelas mulai datang ketika menyaksikan video itu.

Saat kami mulai berkencan, aku sudah menunggu saat-saat seperti ini, masa-masa indah yang akan kami lakukan bersama di setiap harinya. Kamu tahu, aku pasti mengatakan “iya” setiap kali kamu mengajakku untuk melakukan hal-hal indah. Aku minta maaf, jika kamu telah menonton video ini. Aku hanya ingin mengatakan, bahwa operasi yang aku lakukan gagal. Aku minta maaf karena sebelumnya aku tidak pernah cerita kepadamu bahwa penyakit yang aku derita sudah sangat parah. Aku minta maaf, aku tidak bisa menepati janjiku bahwa aku akan pulang lagi ke Indonesia. Aku harus pulang ke surga, yang sudah dipersiapkan Tuhan untukku. Aku ingin kamu datang ke tempat peristirahatan terakhirku. Kamu harus mengapus semua pesan yang kuberikan kepadamu. Kamu harus bangkit kembali dan hapus segala kesedihanmu untukku. Aku akan selalu mencintaimu.
Tangis memecah perasaanku setelah aku menyaksikan video kiriman dari Joy.

Joy, kekasihku, aku yang tak mampu berbuat apa-apa untuk dirimu. Aku menyesal. Aku mengaku mencintaimu, tetapi ketika tak ada sedikitpun kabar darimu, aku hanya bisa diam dan tak mampu melakukan apa pun untukmu.

Aku menyesal.

Betapa berdosanya diriku, hingga tak mengetahui apa yang terjadi dengan Joy. Pertemuan nyata yang aku inginkan sejak lama, sekarang dapat terwujud. Hubungan jarak jauh dengan ribuan kilometer, kini tak lagi menghiasi kisah cinta kami. Akan tetapi, perbedaan dimensi harus mewarnai hubungan kami.

Kini aku berdiri di depan sebuah makam dengan nisan bertuliskan nama Joy Gill, kekasihku. Aku tersungkur. Jatuh. Secepat ini Joy pergi meninggalkanku? Pergi, bersama kenangan-kenangan indah yang selalu hadir di setiap langkah kami saat bersama.

Selamat jalan kekasihku, semoga kau tenang di surga.

*Novellia Narulita
Bukit Duri 03/09/16
08:00
Sumber gambar: terupdateonline.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: LDR (Long Distance Relationship) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id