mindis.id
Latest News
Monday, September 12, 2016

Garuda, Wajah Baru dengan Harapan yang Sama

Baca Juga


Garuda di dadaku, 
Garuda kebanggaanku, 
Kuyakin kali ini, pasti menang! 

Ya, nampaknya yel-yel pembangkit semangat yang kerap dilantunkan para supporter kala timnas sedang berlaga ini, akan kembali hadir menyapa telinga kita. Pasalnya, Timnas Indonesia akan kembali melakukan petualangannya di ajang internasional, setelah terbebas dari sanksi FIFA yang menyebabkannya harus rela vakum dari laga internasional dalam beberapa waktu belakangan. Datang kembali bersama pelatih Alfred Riedl, beberapa nama pemain yang saat ini tengah merantau dan menimba pengalaman di tanah asing seperti Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim pun hadir menghiasi skuad garuda bersama Boaz Solossa, Evan Dimas, Zulham Zamrun dan nama-nama lainnya yang terbilang mentereng dalam kancah persepakbolaan nasional. Namun, apakah skuad timnas yang tengah dipersiapkan untuk mengarungi Piala AFF sudah cukup mumpuni? Berikut, beberapa data statistik Timnas Indonesia kala bersua dengan Malaysia pada laga persahabatan di Stadion Manahan, Solo (6/9/2016).

Ketajaman lini depanFormasi 4-4-2 menjadi pilihan Alfred Riedl dalam comeback Internasional timnas melawan tim Harimau Malaya. Bermaterikan pemain-pemain seperti Andritany Ardhiyasa, Abdul Rachman, Benny Wahyudi, Fachrudin Aryanto, Rudolof Yanto Basna, Andik Vermansyah, Bayu Pradana, Evan Dimas, Zulham Zamrun, Boaz Solossa, dan Irfan Bachdim timnas menyudahi laga dengan keunggulan skor 3-0. Pujian layak diberikan kepada duet Boaz dan Irfan yang mengisi lini depan tim garuda, kedua pemain yang dalam pertandingan itu tampil gemilang serta produktif. Boaz yang bermain selama 45 menit melepaskan dua tembakan ke gawang lawan, dengan keduanya berhasil berbuah menjadi gol meskipun akurasi umpan yang dimilikinya hanya mencapai 67%. Demikian halnya dengan Irfan Bachdim yang berhasil membuat satu gol dan mencatatkan lima tekel sukses, tampil mengesankan dengan akselerasi impresif dan pressing tinggi membuat dia harus rela dilanggar tiga kali oleh barisan pertahanan lawan. Kombinasi antar keduanya pun kian serasi tatkala mereka saling berbagi satu assist dalam proses terciptanya gol. Meskipun ketiga gol yang tercipta di pertandingan tersebut lebih disebabkan oleh blunder dan koordinasi lini pertahanan Malaysia yang kurang baik, sejauh ini keputusan Riedl untuk menduetkan Boaz dan Irfan di lini depan timnas cukup berhasil mengingat kedua pemain tersebut memiliki pergerakan, kecepatan dan penyelesaian akhir yang baik.

Lini tengah yang cukup menjanjikanWalaupun memiliki usia yang terbilang muda, Evan Dimas dan Bayu Pradana adalah pemain-pemain potensial yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Gaya Permainan taktis keduanya membuat Riedl tak ragu mempercayakan mereka mengisi lini tengah tim garuda. Seolah menjawab kepercayaan yang diberikan sang pelatih, Evan dan Bayu pun sukses menjaga keseimbangan lini tengah tim garuda serta mampu terus mengalirkan bola pada kedua sayap yang masing-masing ditempati Zulham dan Andik Vermansyah. Sebagaimana dilansir Labbola, hingga menit ke-60 akurasi umpan keduanya pun cukup tinggi mencapai 97% (36/37) untuk Evan dan 95% (21/22) untuk Bayu. Keberhasilan dan kecerdasan mereka dalam mengalirkan bola juga lah yang menyebabkan kedua bek sayap Malaysia harus kerepotan menghadapi akselerasi-akselerasi yang dilakukan oleh Andik dan Zulham Zamrun. Namun terlepas dari performa apik yang ditampilkan oleh keduanya, sudah sepatutnya tim garuda menaruh waspada terhadap lawan-lawan dengan gaya bermain serangan balik cepat. Karena dengan menempatkan Andik dan Zulham di posisi sayap menyebabkan jarak antara lini tengah dengan barisan pertahanan terlalu jauh saat melakukan serangan dan itu sangat riskan apabila menghadapi lawan dengan tipikal permainan serangan balik cepat.

Koordinasi pertahanan yang baikFachrudin dan Basna adalah dua nama yang dipercaya Riedl mengawal barisan pertahanan tim garuda. Meskipun berstatus debutan di timnas senior, keduanya mampu berkoordinasi dengan baik dalam menggalang pertahanan yang solid bersama Beny Wahyudi dan Abdul Rahman. Fachrudin misalnya yang di pertandingan itu bermain cukup mengesankan dengan membuat delapan intersep dan 12 clearances serta 100%  duel udara dan tekel sukses. Begitu pun dengan Basna yang berhasil memberikan pengawalan ketat kepada dua sayap Malaysia, Mohamad Amri dan Mohamad Azrif yang kerap kali melakukan pergerakan berbahaya. Abdul Rahman dan Beny Wahyudi pun tak kalah cemerlang, keduanya mampu tampil stabil dan disiplin saat melakukan transisi menyerang dan bertahan. Secara keseluruhan dapat dikatakan lini pertahanan tim garuda sudah cukup solid, akan tetapi pengalaman dan jam terbang yang kurang berpotensi menghadirkan masalah lain dan kita berharap itu tidak terjadi pada tim garuda.

Meskipun masih terdapat catatan statistik dari para pemain pengganti, setidaknya beberapa data di atas cukup memberikan kita gambaran akan peta kekuatan Timnas Indonesia yang tengah dipersiapkan untuk mengarungi Piala AFF. Dapat dikatakan timnas senior saat ini cukup menjanjikan walaupun waktu yang digunakan untuk melakukan persiapan sangat minim. Namun ada baiknya timnas tak berjumawa diri, mengingat Malaysia yang menjadi lawan uji coba Tim Garuda pun tampil tidak mengesankan dan tidak sedang berada pada performa terbaiknya. Penguasaan bola yang terlalu lama dan kesalahan-kesalahan dalam memberikan umpan layak dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan permainan timnas. Semoga tim garuda dapat terbang tinggi membawa kebanggaan yang telah lama dinantikan supporter Merah Putih.

*Yuga Andika Ramadhan
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

Sumber gambar: superball.tribunnews.com
  • Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Garuda, Wajah Baru dengan Harapan yang Sama Rating: 5 Reviewed By: mindis.id