mindis.id
Latest News
Thursday, August 11, 2016

Writerpreneur, Lahan Basah yang Belum Terjamah

Baca Juga



Semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja, maka akan membuat seseorang tertuntut untuk memiliki keahlian khusus (soft skill). Keahlian ini akan sangat berguna untuk menunjang keahlian umum dan membuat seseorang memiliki nilai lebih.

Selain itu, softskill juga bisa dijadika sebagai penghasilan sampingan yang bisa membantu kita dalam menigkatkan perekonomian. Di antara banyak softskill, seperti keahlian memperbaiki sesuatu, keahlian berbahasa asing, ataupun keahlian komputer, ada satu keahlian atau softskill yang cukup menjanjikan untuk masa depan. Softskill ini mampu membuat pelakunya dikenal di kalangan masyarakat, softskill tersebut adalah keahlian menulis.

Menulis adalah hal yang umum yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Namun, keahlian menulis dengan terkonsep dan membentuk sebuah wacana atau cerita, masih jarang sekali yang menguasai. Hal ini lah yang menjadikan menulis menjadi salah satu keahlian langka di tengah masyarakat pada umumnya yang cukup bernilai. 

Saking langkanya kemampuan ini, maka siapa pun yang memilikinya akan menguasai satu lahan ekonomi baru yaitu writerpreneur. Istilah writerpreneur telah cukup familiar di tengah – tengah kalangan masyarakat kepenulisan. Hal ini juga menjadi salah satu tujuan dari banyak tujuan yang ingin dicapai oleh para penulis. Keuntungan yang di janjikan oleh bidang ini cukup menggiurkan yaitu berupa keuntungan dari penerbit dan juga popularitas di tengah masyarakat. 

Kita bisa lihat contohnya dari beberapa nama besar yang telah muncul di bidang ini seperti Sir Arthur Thomas Doyle sang penulis Sherlock Holmes, Agatha Christie  penulis novel misteri, JK Rowling sang penulis Harry Potter dan masih banyak lagi. 

Selain dari pada bidang kepenulisan cerita (novel)  ternyata  writerpreneur telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Dalam perkembangannya, ternyata membuat seorang penulis  sangat di butuhkan untuk mengisi di bidang – bidang seperti kepenulisan artikel dalam media online yang makin lama makin diminati di kalangan masyarakat. Belum lagi perkembangan dunia politik yang menuntut politisi untuk bisa dikenal oleh banyak masyarakat. Hal ini juga membuka peluang bagi seorang penulis lepas untuk mengisi posisi sebagai penulis biografi orang – orang tersebut sehingga bisa di kenal masyarakat.

Syarat untuk bisa memasuki bidang ini tidaklah sulit, hanya membutuhkan kemahiran dalam kepenulisan. Kemahiran ini bisa dikuasai oleh siapa pun, hanya membutuhkan kedisiplinan dalam belajar dan banyak membaca buku maka anda akan mampu memiliki keahlian ini. Penilaian akan bagus atau tidaknya sebuah tulisan saat anda berlatih akan di tentukan oleh diri anda sendiri, anda akan bisa merasakan nya saat membaca tulisan anda tersebut.

Beberapa langkah yang harus anda lakukan saat mempelajari kemahiran ini adalah pertama anda harus menulis setiap hari sebanyak – banyaknya dan semampu anda. Kedua setelah selesai maka baca kembali apa yang anda tulis. Jika langkah kedua ini anda lakukan maka anda akan dapat melihat kualitas dalam kepenulisan anda sendiri. Ketiga lakukan revisi sampai terlihat benar – benar bagus menurut anda. Tiga tahap ini jika anda lakukan setiap hari maka dalam satu minggu anda akan bisa meihat perkembangan yang jelas pada kemampuan skill anda. Setelah anda anggap baik maka beritahu teman melalui media online seperti facebook. Jika teman anda menilai baik maka pada saat tu anda telah memiliki bibit potensi kepenulisan. 

Yang harus diingat adalah bahwa bidang ini masih sedikit peminatnya dan tak akan mati selama manusia masih di lahirkan. Tak bisa di pungkiri bahwa setiap orang butuh cerita dan penulis selalu di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

*Hendra Laksono

Sumber gambar : https://www.maxmanroe.com 

  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Writerpreneur, Lahan Basah yang Belum Terjamah Rating: 5 Reviewed By: mindis.id