Latest News
Wednesday, August 10, 2016

Teori Flat Earth, Antara Konspirasi dan Fakta

Baca Juga



Beberapa waktu ini, kita dikejutkan dengan sebuah teori yang mengatakan bahwa bumi itu tidaklah bulat melainkan datar. Isu ini bahkan menjadi viral di youtube yang di unduh oleh akun bernama flat earth 101 dengan total 9 video. Dalam video ini menjelaskan beberapa teorinya bahwa bumi itu datar dan alasan - alasan mengapa bumi itu tidaklah bulat. Setelah menjadi viral di dunia maya, respons dari masyarakat pun beragam, ada yang pro dan kontra, salah satunya adalah seorang blogger yang menulis sanggahannya secara  scientific yang dilansir dari www.mystupidtheory.com. 

1. Foto bumi bulat adalah rekayasa CGI (Computer Generated Imaginary) 

Dalam video seri pertamanya, sang pendukung mengatakan bahwa foto bumi itu adalah rekayasa CGI alias buatan komputer. Tidak ada satupun foto asli yang bisa memotret bahwa bumi itu bulat. Menurutnya, ini bisa dilihat dari hasil foto yang diunggah oleh NASA selalu berbeda - beda.

Hal ini dibenarkan oleh blogger tersebut bahwa NASA tidak pernah memfoto bumi secara keseluruhan, namun bukan berarti bumi itu tidak bulat. Ia menjelaskan bahwa foto bumi yang diambil NASA memang sebagian. Sebab, bumi berukuran sangat jelas dan satelit harus mengambilnya dengan jarak yang sangat jauh untuk bisa memotret bumi secara keseluruhan. Oleh karena itu, satelit memotretnya bagian demi bagian lalu menggabungkannya menjadi satu sehingga terbentuklah bumi secara keseluruhan. 

2. Tidak ada satelit di dunia ini

dalam video yang dibuat oleh pendukung teori flat earth menjelaskan bahwa satelit adalah konspirasi elit global. Artinya, tidak ada satelit satu pun di dunia ini. Alasanya adalah jumlah satelit yang begitu banyak dan berhamparan di angkasa luas tidak bisa dilihat oleh teleskop satu pun. 

Sang blogger pun membantah penjelasan ini, walaupun tidak sepenuhnya. Ia mengatakan bahwa untuk dapat melihat satelit teleskop itu tidak mudah. jumlah satelit yang ada di angkasa saat ini adalah 13.000 satelit. Jumlah ini tergolong jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan luas bumi. Tentu sulit untuk dapat menemukannya melalui teleskop. Selanjutnya ia menambahkan bahwa satelit berukuran sangat kecil. Bayangkan saja planet venus terlihat kecil jika di teropong melalui teleskop. Tentu satelit akan terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan planet venus. selain itu, blogger tersebut juga menjelaskan bahwa satelit memiliki kecepatan bergerak 28.000 KM/jam. Dengan kecepatan ini tentu akan semakin sulit untuk melihatnya. 

3. Asal Muasal Minyak Bumi 

Dalam video dijelaskan bahwa asal muasal dari minyak bumi adalah fossil. Dan menurutnya minyak bumi tidak dihasilkan oleh fossil, melainkan sumber daya yang sudah ada di bumi dan jumlah yang tidak terbatas. Menurutnya, fossil adalah benda padat sedangkan minyak bumi adalah benda cair. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin benda padat bisa berubah menjadi benda cair. Selain itu, ia juga mempertanyakan bahwa fossil yang berasal dari dinosaurus diperhitungkan terkubur sekitar 3 kilometer di dalam permukaan bumi. Lalu bagaimana bisa ada minyak bumi yang terdapat dilautan yang mencapai 10 kilometer di bawah permukaan laut ? 

sang blogger pun menjawabnya dengan apik. Yang pertama adalah penjelasan mengapa benda padat bisa menjadi benda cair. Sebenarnya ini masuk akal, sebab di dalam perut bumi tentu suhunya sangat panas. Jadi, secara seperti yang ketika kita pelajari di SMA, benda padat bisa menjadi benda cair jika dipanaskan. Lalu ia pun menjawab pertanyaan bagaimana bisa terdapat minyak bumi di bawah lautan hingga 10 kilometer? jawabannya adalah fosil itu bukan hanya berasal dari dinosaurus atau mahluk darat, melainkan juga mahluk laut. Jadi masuk akal jika terdapat minyak bumi di kedalaman 10 kilometer. 

4. Galileo dan Newton salah  

Video ini mengatakan bahwa teori heliosentris yang dikumakan oleh Galileo adalah salah. Artinya, mereka menentang bahwa bumi mengitari matahari dan mereka justru setuju dengan geosentris atau bumi sebagai pusat tata surya. Oleh karen itu, sang blogger menjelaskannya dengan biografi singkat Galileo. Pada saat itu, Galileo menjelaskan bahwa ia menemukan 4 satelit (bulan) dari planet Jupiter. Dari hasil pengamatannya ini, ia menemukan bahwa benda - benda langit ini tidak mengitari bumi. Oleh karena itu ia mengatakan bahwa bumi bukan sebagai pusat tata surya. Galileo pada saat itu bersikukuh bahwa hal ini adalah benar, dimana saat itu gereja menjastifikasi bahwa bumi adalah pusat tata surya. Berbeda dengan dogma gereja inilah yang membuatnya dikecam oleh kereja. Namun, ia justru bersikukuh dengan pendiriannya dan tidak ingin meminta maaf kepada gereja. Karena keyakinan kerasnya inilah membuatnya dipandang hebat oleh para ilmuan. Sebab, menurutnya ia sudah bisa membuktikan penemuannya hal ini dengan validitias, bukan pengakuan semata. 

Tidak hanya Galileo yang dianggap salah, para pendukung flat earth juga mengatakan bahwa teori gravitasi Newton itu tidak ada, yang ada adalah elektromagnetik yang dikemukakan oleh Nikola Tesla. Blogger ini pun menentangnya dengan tegas. Menurutnya, Newton benar akan adanya gravitasi. Teori elektromagnetik tidak bisa menjelaskan mengapa ada ombak di lautan serta kenapa ada pasang surut air laut. Ombak di laut dan adanya pasang surut menjadi bukti kuat bahwa gravitasi itu ada. 

5. Peta bumi datar adalah benar

Para pendukung flat earth setuju bahwa bumi itu datar dengan pembuktian pesawat terbang yang menggunakan peta datar atau yang disebut dengan Azhimutal Equidistance Projection atau AEP. AEP. Ia menjelaskan bagaimana penerbangan terjadi dengan menggunakan peta AEP dimana kutub selatan berada di tengah, 

Sang blogger menjawabnya dengan tegas mengenai hal ini. Menurutnya, kita perlu mengetahui bagaimana penggunaan peta AEP ini. Peta AEP digunakan oleh pesawat manapun dengan lokasi keberangkan berada di titik tengah. Contohnya, jika keberangkan dari kota Jakarta, maka kota Jakarta harus berada ditengah. Artinya, jika kita tidak menggunakan lokasi keberangkan di tengah, maka peta ini tidak valid dan tidak bisa digunakan. Oleh karena itu, kita bisa menemukan banyak model peta AEP dengan beragam kota sebagai titik tengah. Dan hal ini secara tidak langsung menolak tuduhan bahwa penerbangan kita tidak masuk akal dengan dalih tempat transit. 


kira - kira 5 hal mendasar inilah yang bisa dipetik dari ulasan sang blogger dalam membantah para pengikut bumi itu datar. Untuk jawaban yang lebih lengkap bisa dilihat langsung dari website www.mystupidtheory,com. 

*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. 
Sumber : www.mystupidtheory.com

Sumber foto :  http://www.nasa.gov/
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Teori Flat Earth, Antara Konspirasi dan Fakta Rating: 5 Reviewed By: mindis.id