mindis.id
Latest News
Wednesday, August 3, 2016

Perbedaan Mendasar Media Cetak dan Media Online

Baca Juga




Beberapa waktu silam, kita dikejutkan dengan permasalahan antara supir taksi konvensional dengan supir taksi online. Supir taksi konvensional merasa bahwa lahan usahanya tergerus akan munculnya taksi online. Tidak hanya itu saja, sebelumnya juga terjadi di lini sektor transportasi lainnya, yaitu ojek online dan ojek pangkalan. Kasus taksi lebih menyeruak karena taksi konvensional berbadan hukum dan sudah sesuai undang - undang, berbanding terbalik dengan kasus ojek pangkalan yang tidak berbadan hukum.  

Namun, menurut pandangan saya hal ini adalah suatu hal yang wajar. Segala sesuatu yang bersifat konvensional akan dibenturkan dengan hal yang berbau teknologi, dalam hal ini internet. Pertempuran antara konvensional dan online hampir terjadi di seluruh lini bisnis, termasuk diantaranya media online dengan media cetak. Layaknya taksi konvensional, perlahan market place media cetak beralih ke media online. Para pengiklan pun turut berpindah  menuju media online yang membuat pemasukan utama media cetak kian menurun. 

Oleh karena itu, saya tertarik untuk membandingkan kedua media ini. Ada perbedaan mendasar dari media cetak dan media online, yaitu bentuk berita. Media online lebih menceritakan tentang segala hal yang bersifat faktual tanpa menganalisisnya lebih dalam, sebab media online lebih mengedepankan kecepatan. Berbeda dengan media cetak yang lebih mengandalkan analisis yang tajam karena memiliki waktu terbit yang lebih banyak dibandingkan dengan media online. Perbedaan yang pertama ini juga membuat media online rentan akan kesalahan, mulai dengan isi berita ataupun kesalahan tulis karena tuntutan untuk publish dengan cepat. 

Perbedaan yang mendasar ini membuat sebagian orang tetap membeli koran walaupun telah membaca media online. Saya ambil contoh kasus. Terjadi sebuah kecelakaan kereta dengan mobil. Biasanya, media online hanya menuliskan kronologi kejadian, berapa jumlah korban, dan bagaimana keadaan kereta dan mobil tersebut. Sedangkan media cetak tidak hanya itu saja. Media cetak akan menuliskan tanggapan dari beberapa pakar, mulai dari pakar hukum seperti undang - undang yang berlaku, biaya penggantian rugi dari pihak asuransi, dan aturan keselamatan mobil dan kereta. Intinya, media cetak akan menuliskan hal yang lebih mendalam dibandingkan media online. 

Perbedaan kedua justru hadir dari sumber pemasukan utama bisnis media, yaitu iklan. Sering kali media online tidak bisa memasukan seluruh konten iklan ke dalam medianya karena keterbatasan lahan. Sebab, semakin banyak iklan justru semakin berat dan menggangu website media online tersebut. Berbanding terbalik dengan media cetak yang tidak punya masalah soal lahan iklan mereka. 

Jika saya simpulkan bahwa sebenarnya, media cetak tidak akan kalah telak dengan media online karena pasarnya pun berbeda. Orang tetap akan membeli media cetak walaupun telah membaca berita dari media online. Selain itu, media online juga punya keterbatasan dalam iklan yang lahannya bisa tetap dipegang oleh media cetak. Namun, tentu saja pemasukan media cetak akan menurun karena adanya saingan di lahan bisnis yang sama dan hal ini tentu wajar saja di dunia bisnis. 

*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 

Sumber gambar :  http://2.bp.blogspot.com/


  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Perbedaan Mendasar Media Cetak dan Media Online Rating: 5 Reviewed By: mindis.id