mindis.id
Latest News
Thursday, July 28, 2016

Vaksin Palsu dan Lemahnya Pengawasan Obat di Indonesia

Baca Juga



Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan adanya temuan vaksin palsu di beberapa rumah sakit swasta oleh pihak kepolisian bersama dengan kementerian kesehatan. Kasus ini cukup menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua yang mempercayakan rumah sakit tersebut untuk memvaksinasi buah hatinya. Bak efek domino, rumah sakit lainnya pun, swasta maupun negeri ikut kena getahnya. Mereka harus meyakinkan para konsumennya bahwa vaksin yang mereka gunakan adalah asli. 

Ketika berita ini ramai diperbincangkan di media sosial, sejujurnya saya hanya sedikit kaget, namun tidak heran. Pasalnya, pengawasan obat di Indonesia memang sangatlah lemah. Saya ambil contoh, jika anda berkunjung ke salah satu daerah di Jakarta Pusat, terdapat sebuah pusat grosir obat. Disana anda dapat membeli obat jenis apapun tanpa resep dokter dengan harga yang tentunya lebih terjangkau dari yang dijual oleh dokter ataupun di apotek. Bagi Anda yang tidak mengerti obat, hal ini bisa sangat berbahaya. Bisa jadi obat yang dijual disana palsu. Ataupun jika asli, bisa saja berbahaya bagi tubuh karena dikonsumsi tanpa anjuran dari dokter. 

Tidak usah jauh - jauh, saya pernah mengalami pengalaman serupa. Suatu ketika, saya mengalami sakit gigi yang sangat akut. Bahkan, untuk tidur saja tidak bisa. Karena saya tidak punya pengalaman soal sakit yang satu ini, akhirnya saya memutuskan untuk mencari informasi dari mbah google. Dari sini, saya dapat informasi obat - obat yang manjur untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, dari web yang sumbernya terjamin, obat ini tidak bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, apa daya sakit saya sudah tidak tertahankan. Saya pun segera pergi ke apotek yang buka 24 jam. Alhasil, dengan mudahnya saya dapat membeli obat tersebut dan sakit saya pun hilang. Intinya adalah, pengawasan obat di Indonesia memang sangat lemah. Kita dapat memperoleh dengan mudah obat - obat terlarang ataupun obat yang hanya dapat dikonsumsi melalui resep dokter. 

Permasalahan ini memang bukan permasalahan baru dan sudah mengakar. Tapi, sepatutnya pemerintah tidak tinggal diam soal hal ini. Pengawasan terhadap obat harus terus ditingkatkan. Agar kasus - kasus seperti vaksin palsu ini tidak terulang lagi.

*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 
Twitter dan IG : @ismetibon

Sumber Foto : blokbojonegoro.com
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Vaksin Palsu dan Lemahnya Pengawasan Obat di Indonesia Rating: 5 Reviewed By: mindis.id