mindis.id
Latest News
Thursday, July 28, 2016

Panggilan Halus

Baca Juga



Azi memanggilku dengan suara lirih. "De aku kangen kamu, semenjak kamu selesai sekolah, tak ada sedikit kabarpun yang terdengar di telingaku". Tak kuasa aku menjawab pertanyaannya. Menghela napas sambil merapihkan hijabku yang sedari tadi tertiup oleh hembusan angin. "Aku tetap disini tetap pada penantianku, yang beberapa tahun lalu sempat terabaikan!.

"Azi memelas dengan penuh harap".

"Simpan saja omong kosongmu dan kelak nanti akan jadi cerita indah untuk anak dan cucumu".

Emosiku memuncak kala dia datang menemuiku, dan berulang kali hanya membahas masalah-masalah rumit yang membuat kepalaku serasa mau pecah. Kedatangan Azi hanya membawa beban penderitaan di hidupku semakin bertambah.

"Kita sudah bahas itu berulang kali, kmu bosan dan aku bosan". Jadi, sudahlah kita gak usah bahas itu lagi". Dimanapun aku berada, aku sendirilah yang bertanggungjawab atas diriku.

Azi tersenyum sambil menghela napas.

Meskipun aku masih sangat mengharapkan kita bisa bersama lagi seperti dulu, tapi aku harus sekuat mungkin menjauh dari kamu, "hatiku berbicara".

Perlakuan tidak menyenangkan dari keluarganya, dan ia lebih memilih perempuan lai  daripada aku, semua menjadi pertimbangan besar bagiku, untuk menerima Azi kembali.

Selang beberapa bulan setelah kedatangan Azi, bayang-bayang akan dirinya mulai menghilang di otakku. Aku sekarang sudah menjadi mahasiswa loh. Aku sekarang duduk di bangku kuliah tingkat awal, di Fakultas Agama Islam dan sedang konsentrasi di bidang Pendidikan Agama Islam. Bapakku mendambakan salah seorang anak nya ada yang menjadi guru Agama Islam. Aku anak tertua dan mempunyai dua orang adik. Aku mempunyai banyak teman baru, dan mempunyai dosen favorite. Aku sangat mendambakan bisa mempunyai teman perempuan di kampus, tapi lagi-lagi aku gak bisa, gak ada satupun teman perempuan yang bisa dekat denganku. Dari SD sampai sekarang sudah kuliah, hanya mempunyai satu teman perempuan yang bisa dekat denganku.

Aku salah seorang mahasiswa perempuan yang paling aktif di kampus. Prestasiku cukup baik, banyak di kenal di berbagai fakultas yang ada di kampus, karena pada setiap acara yang di selenggarakan pihak universitas aku selalu hadir. Aku tercatat sebagai sekretaris di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

Panggilan halus, ya, suara itu, yang entah bersumber dari mana. "Aisyah", entah dia memanggil siapa, yang jelas hanya ada aku seorang perempuan yang sedang sibuk merapihkan berkas di ruang BEM.

 AISYAH.

Panggilan itu semakin jelas terdengar di telingaku.

Hati kecilku berkata "menolehlah kebelakang Lita, maka kau akan terkejut melihatnya".

Sempat kaget setelah mengetahui siapa pemanggil misterius itu. Ternyata yang sedari tadi membuntutiku di ruangan ini adalah Devianto, ia adalah ketua BEM di kampus ini. Panggilan akrabku untuknya adalah Ka Devi, selain aktif di organisasi, Ka Devi mempunyai kecerdasan yang luar biasa, dan di anugerahi wajah yang begitu tampan.

Sejak awal masuk kuliah aku sudah naksir dengannya, setiap berjumpa jantungku serasa mau copot, dan berdetak cukup kencang, entah apa yang sedang merasuki sanubariku ini.

Semenjak bertemu dengan Ka Devi, sosok seorang Azi sudah menghilang di benakku, tak ada lagi nama Azi di hidupku. Aku sudah tenang dengan kehidupanku yang baru, karena Ka Devi selalu menemani hari-hariku.

Sapaan manja yang dia lontarkan setiap harinya, membuat semangatku untuk belajar semakin bertambah, banyak hal-hal positif yang dia berikan setiap harinya.

"Aisyah", begitu panggilan akrabnya untukku. Pembekalan-pembekalan ilmu pengetahuan yang ia berikan sangat bermanfaat untuk perjalanan pendidikanku. Aku bersyukur bisa di pertemukan dengan Ka Devi, selain cerdas, ilmu agamanya pun juga baik.

Terima kasih Engkau telah mengirimkan sesosok malaikat yang menjelma sebagai Ka Devi  calon imamku kelak. Yang selalu memotivasi dan terus membimbingku menuju jalan-Mu yang lebih indah.



*Novellia Narulita
Bukid Duri 27/07/16
23:13

Sumber Gambar : http://statis.dakwatuna.com/
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Panggilan Halus Rating: 5 Reviewed By: mindis.id