mindis.id
Latest News
Sunday, July 24, 2016

Obrolan Warung Kopi yang Menginspirasi

Baca Juga




Panas terik di luar mengundang bapak lurah untuk berteduh di warung kopi sebelah jalan. Pusing nian terlihat raut wajahnya karena suatu masalah yang di pendamnya dalam-dalam. Secangkir kopi dia pesan dengan wajah penuh kegalauan. Namun sang empunya warung tak pikirkan itu, karena dia hanya tertarik dengan apa yang akan dipesan si bapak. Bukan karena si pemilik warung tak peduli, hanya saja ia tak berani mencampuri urusan orang lain.

Pesan kopi secangkir, lalu bapak itu duduk melamun. Rasa-rasanya apa yang dipendamnya cukup membebaninya. Sampai-sampai, lamunan tersebut membuatnya lupa di mana dia saat ini. Pemuda di sebelahnya menatap raut wajahnya dengan penasaran dan kepedulian. Terlintas satu waktu, dahi bapak itu mengernyit seperti sedang memikirkan sesuatu.

Di dalam dapur, si mba sibuk membuat kopi yang di pesan si bapak lurah ini. Kelentang-kelenting, bunyi sendok beradu dengan cangkir yang begitu menariknya, tak menggubris lamunan si bapak. Sampai kopi itu terhidang di depan si bapak, bapak itu tetap termenung melamun.

“Pak, Pak,” tegur salah seorang di sebelahnya sambil menepuk bahu si bapak lurah itu.

Tersentak kaget si bapak lurah akibat tepukan lembut di bahu itu. “Ada apa pemuda, kau memanggilku?” tanyanya kemudian.

Pemuda itu lantas menjawab, “Ini, Pak, kopi Bapak telah menunggu diteguk. Kenapa Bapak tega membiarkannya menunggu untuk di nikmati? Nanti dinginlah ia jadinya. Dan kekecewaan akan bapak lontarkan padanya.”

Bapak lurah terdiam, lalu perlahan dia arahkan tangannya ke secangkir kopi panas itu. Sambil menyeruputnya, perlahan bapak itu memegang-megang dahinya. Suara berat keluar dari mulutnya. Beratnya suara itu seperti menggambarkan beratnya beban pikiran yang dialami bapak itu.

“Anak muda, Aku sedang mengalami masalah yang sungguh rumit dan belum bisa Aku selesaikan. Setiap Aku pikirkan, maka terasa masalah itu makin menunjukkan kesulitannya. Berat beban yang kupikul saat ini, sampai malam hari pun, tak mengizinkanku terlelap,” kata bapak itu kemudian.

Pemuda itu memberikan sikap empati yang besar kepada si bapak. Ia tersenyum untuk menenangkan hati si bapak lurah itu.

“Bapak, tidaklah kau lihat kopi hitam di depan Bapak? Dia hitam dan panas. Namun ketika dinikmati, maka akan nikmat dan membawa manfaat. Begitu pun masalah. Dia begitu rumit dan sulit. Namun jika Bapak menghadapinya dan menikmatinya, maka akan membawa banyak manfaat bagi diri Bapak. Tak ada masalah yang bisa terulang jika saat itu Bapak mendapatkan solusinya. Untuk itu, teguklah masalah ini bagaikan Bapak meneguk kopi. Tahan panasnya, dan nikmati pahitnya. Maka akan nikmat hidup rasanya,” kata si pemuda.

Bapak itu mengangguk dan mengerti apa yang dikatakan pemuda tersebut. Akhirnya, bapak itu bisa kembali tersenyum. Otot tegang di sekitar mukanya mulai merenggang, dan tatapan bahagia mulai terpancar pada dirinya.



*Hendra Laksono
hendragolden1@gmail.com




Sumber Foto : https://blackcoffeeshopdotcomdotau.files.wordpress.com
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Obrolan Warung Kopi yang Menginspirasi Rating: 5 Reviewed By: mindis.id