mindis.id
Latest News
Thursday, July 28, 2016

Lobby Dulu, Baru Negosiasi

Baca Juga


DALAM hubungan antarmanusia, tentunya segala hal tidak bisa dikatakan mutlak. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum diambil sebuah keputusan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Bisa unsur perasaan, kedekatan, emosional, juga keadaan.

Tentu saja hasil dari sebuah keputusan akan sangat menentukan langkah selanjutnya. Sayangnya, tidak semua keputusan dapat ditawar (diubah). Untuk itu, kemampuan mempengaruhi sebelum sebuah keputusan diambil, menjadi hal penting untuk kita ketahui. Inilah yang kita kenal dengan "lobby".

Lobby bersifat tidak formal. Artinya, me-lobby seseorang, hendaknya dilakukan dengan cara yang santai. Pada dasarnya, me-lobby adalah melakukan pendekatan untuk dapat menarik perhatian seseorang. Dalam hal ini, dengan me-lobby, seseorang akan menaruh perhatian lebih kepada kita, berempati, bersimpati, bahkan termotivasi untuk selalu berpihak kepada kita.

Keputusan yang diambil dari hasil me-lobby bukanlah sebuah keterpaksaan. Karena dengan me-lobby, kita tidak perlu mengungkapkan maksud dan tujuan kita. Yang kita lakukan hanya melakukan pendekatan, menarik perhatian, dan "memainkan" perasaan. Hingga akhirnya, seseorang akan mengambil keputusan, didasarkan atas pertimbangan pribadinya, yang tentu saja akan berpihak kepada kita.

Sayangnya, tidak semua lobby akan berjalan mulus. Meski kita telah susah payah mengikuti hobinya, bermain bersama, dan bercengkrama dengan asyiknya, kadang kala, untuk beberapa orang, lobby menjadi seolah tak berguna. Inilah yang mesti kita sadari, lobby hanyalah usaha untuk menyentuh hatinya, bukan "memaksa" pendiriannya. 

Kita sering sekali mendengar presiden tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara. Yang beliau lakukan tidak semata-mata hanya untuk jalan-jalan saja. Selalu ada misi khusus yang dibawanya. Entah misi kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, pertahanan, dan lain sebagainya. Dalam kunjungannya, beliau juga tidak langsung duduk di ruang tertutup dan membicarakan pokok persoalannya. Akan tetapi, selalu ada sesi jalan-jalan berkeliling dan bercengkrama bersama. 

So, Guys! Apa pun yang kalian lakukan, pastikan lobby dulu, baru negosiasi. Jangan langsung meminta keputusan dan jawaban, tapi cobalah untuk menarik perhatiannya terlebih dahulu. Ya, coba saja pada gebetan atau dosen pembimbing kalian. Selamat me-lobby!


Nicky Rosadi
Dosen Universitas Indraprasta PGRI & Universitas Budi Luhur
Penulis Buku Secangkir Teh (2014), Bidadari Pemeluk Subuh (2015), dan Bahasa Indonesia Masa Kini (2016)



Sumber gambar: news.liputan6.com
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Lobby Dulu, Baru Negosiasi Rating: 5 Reviewed By: mindis.id