Latest News
Tuesday, July 26, 2016

Cerita Pilu Dibalik Kesuksesan Sang Pendiri Whatsapp

Baca Juga


Saat ini hampir setiap orang di dunia menggunakan sarana komunikasi yang bebasis sosial media, seperti facebook, twitter, line, we chat, whatsapp dan lain - lainya. Dengan hanya berbekal paket internet, maka semua fasilitas di dalamnya dapat digunakan, seperti berkirim pesan, telepon, video call, berkirim gambar ataupun rekaman. Dari sekian banyak aplikasi sejenis, ada satu aplikasi yang cukup familiar di kalangan masyarakat dunia yaitu whatsapp. Di era internet of things seperti sekarang ini, hampir setiap pengguna telephon genggam berbasis android memiliki aplikasi ini. Namun ternyata ada cerita pilu di balik pembuatan whatsapp tersebut? berikut cerita di balik pembentukan whatsapp.

Whatsapp didirikan oleh seorang pemuda dari keluarga sangat sederhana. Ia adalah pemuda pinggir kota yang lahir dari keluarga yang sederhana pada tanggal tanggal 24 februari 1976 di daerah bernama Fastiv bagian Kiev, Ukraina. Ia pun bermigrasi ke Amerika karena suhu politik Ukraina yang tidak stabil pada saat itu. Di sana banyak bermunculan gerakan anti yahudi dan pria bernama Jan Koum termasuk keluarga yahudi. Di Amerika, Ia tinggal di wilayah Mountain View dan tinggal bersama ibunya. Di negeri orang, ia pun harus bekerja keras untuk membiayai keluarganya dengan menjadi seorang tukang sapu salah satu toko kelontong. 

Menginjak sepuluh tahun Koum di Amerika, berita duka pun menghampirinya yaitu berita bahwa ayahnya meninggal dunia di Ukraina tepatnya pada tahun 1997. Memang selama mengungsi ke Amerika serikat, Koum dan ayahnya jarang sekali berkomunikasi dengan telepon karena takut dengan penyadapan yang di lakukan pemerintah Ukraina.

Kehidupanya Koum di Amerika tidak berangsur membaik. Hidupnya yang serba kekuarangan menyebabkan Koum terpaksa menjadi tuna wisma dan tidur di tempat umum. Hasil kerja yang di perolehnya dan ibunya pun  juga sangat kurang sehingga dia dan keluarganya mengandalkan jatah makan gratis dari pemerintah untuk kaum tunawisma dan gelandangan.

Pada usianya yang menginjak 18 tahun, Koum muda mulai tertarik dengan bidang pemprograman, walaupun Koum hampir tidak lulus dalam pendidikan SMA nya. Untuk meneruskan minatnya tersebut, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di San Jose State University sambil bekerja sebagai penguji keamanan di perusahaan Ernest & Young. Ia pernah menjadi bagian dari grup peretas bernama W00W00 dan bertemu orang – orang yang kelak membentuk Napster

Jan Koum bersama dengan karibnya, Brian Acton pada tahun 2007 juga pernah mengajukan permohonan lamaran kerja ke pada Facebook namun ditolak. Pada tahun 2009 dia membeli sebuah telepon genggam dan menyadari bahwa appstore yang pada saat itu masih berumur 7 bulan akan menggebrak industri aplikasi dunia. Lantas langsung saja dia menemui teman lamanya yang bernama Alex Fishman dan mengutaraan idenya untuk membuat aplikasi Whatsapp yang terinspirasi dari frasa “whatsup”. Dan pada tanggal 24 Februari 2009, Ia berhasil mendirikan perusahaan Whatsapp inc.

Tidak membutuhkan waktu banyak sampai aplikasi Whatsapp ini bisa di kenal bayak orang, dan ini menarik perhatian CEO FaceBook Mark Zuckerberg. Akhirnya Mark menghubungi Koum untuk berbincang tentang bisnis dan di ikuti dengan makan malam yang kemudian secara serius Mark meminta Koum bergabung dengan Facebook.

Pada tanggal 24 febuari 2014 Whatsapp di akuisi oleh Facebook dengan nilai 19 miliar dollar dan saat ini Koum hanya memiliki 45% pada kepemilikan saham Whatsapp.


*Hendra Laksono 
Diolah Dari Berbagai Sumber 

Sumber Foto : https://www.whatsapp.com
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cerita Pilu Dibalik Kesuksesan Sang Pendiri Whatsapp Rating: 5 Reviewed By: mindis.id