Latest News
Tuesday, July 12, 2016

Adu Taktik di Premier League, Siapa Lebih Handal ? (Part 2)

Baca Juga

    Sumber : http://www.taruhankita.com 


Kali ini saya akan melanjutkan tulisan saya sebelumnya, yaitu tentang prediksi pelatih - pelatih di premier league 2016/2017. Kemarin, saya mengulas tentang strategi dan komposisi dari pelatih - pelatih pendatang baru di premier league, yaitu Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Antonio Conte. Nah, Claudio Ranieri, Juergen Klopp, Arsene Wenger, dan Mauricio Pochettino.

Claudio Ranieri (Leicester City) 

                                Sumber : http://www.japantimes.co.jp/

Bukan hebat lagi, pelatih ini dapat dikatakan jenius. Bak cerita Cinderella, pelatih berpaspor Italia ini mampu membuat tim kuda hitam Leicester City mengkudeta tim - tim papan atas Premier League hanya dengan berbekal skuat termurah ke empat di premier. Catatan impresif ini juga membuat beberapa nama pemain Leicester City melambung tinggi, sebut saja Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan Kante. Tiga pemain ini digadang - gadang menjadi biang keladi melajunya the foxes hingga memperoleh predikat juara premier league. 

Pertama kalinya mencicipi Liga Champion, Ranieri harus benar - benar merapatkan barisannya. Tidak sedikit tim - tim dengan kemampuan finansial yang mumpuni mencoba untuk merayu para punggawa the foxes, sebut saja Riyad Mahrez yang digoda Barcelona ataupun mesin gol Jamie Vardy yang di tawar oleh tim meriam London, Arsenal. Saya berharap bahwa tidak ada skuat inti dari Leicester yang keluar dari timnya, bahkan seharusnya dapat menambah pemain baru sehingga Leicester City bisa menunjukan taringnya di kancah internasional. 

Arsene Wenger (Arsenal) 

                                Sumber : http://cdn.images.dailystar.co.uk/

The Profesor, begitulah sebutannya, Arsene Wenger memang sudah bertahun - tahun menangani tim meriam London ini. walaupun sudah lama tidak membawa timnya mengangkat tropi Premier League ataupun liga campion. Hal ini lah yang membuat Wenger gusar, sebab elit klub serta fans setia The Gunners sudah mengultimatum Wenger atau dipersilahkan angkat kaki dari Arsenal.

Menarik untuk melihat apa yang dilakukan Wenger dikala terjepit seperti ini. Mengeluarkan seluruh kemampuan menjadi hal wajib. Bahkan membeli pemain - pemain berlabel bintang yang dibanderol harga tinggi pun bisa menjadi salah satu opsi, walaupun tidak ada kepastian akan meraih kesuksesan. pada beberapa musim belakangan ini, Arsenal memang acap kali membeli pemain - pemain yang sudah jadi, setelah sebelumnya lebih sering membuat pemain muda menjadi pemain matang. Sebut saja Danny Welbeck, Alexis Sanchez, ataupun Mesut Ozil. Musim ini, Wenger mencoba untuk merayu mesin gol Jamie Vardy dan menjanjikannya kembali mengangkat tropi musim ini. Dengan kemampuan finansial Arsenal, wajar saja jika Vardy dan The Foxes cukup tergiur untuk menandatangani kontrak di Arsenal. Kita lihat saja bagaimana hasilnya. 

Mauricio Pochettino (Tottenham) 

                                Sumber : http://soccersouls.com/


Menempel ketat Leicester City dalam memperebutkan takhta premier league, membuat penduduk britannia raya angkat topi untuk pelatih yang satu ini. Berbekal pemain muda yang dibinanya, musim 2015/2016 menjadi musim kebanggaan bagi tim yang berlambang burung ini. Beberapa nama pun berhasil melambung tinggi, sebut saja Harry Kane sebagai pencetak gol terbanyak premier league musim 2015/2016, Dele Alli, serta gelandang bertahan Erik Dier yang masih berusia 22 tahun. Sampai sejauh ini belum ada aktifitas transfer yang berarti untuk Tottenham, hanya Wanyama saja yang baru dibeli dari Southampton. Selain itu hanya kabar angin bahwa Real Madrid mengincar Harry Kane untuk menjadi ujung tombaknya musim depan. Prediksi saya, Tottenham tetap ikut dalam bursa perebutan juara premier league musim depan, dengan catatan harus membeli amunisi baru untuk menopang kerja Harry Kane di lini depan. 

Juergen Klopp (Liverpool)

                                sumber : http://i1.mirror.co.uk/

para suporter The Reds berharap Klopp bisa membawa tim tercinta mereka kembali bertaring di kancah eropa seperti pada tahun 2005 silam dimana Liverpool berhasil meraih kesuksesan ketika mengalahkan AC Milan dalam adu pinalti di Istanbul. Di awal musim ini, The Reds baru membeli satu pemain yaitu Sadio Mane dari Southampton. Wajar saja, salah satu penyebab kekalahan Liverpool adalah kurang tajamnya lini depan. Lini depan yang tumpul ini juga dipengaruhi oleh minimnya creativitas para pemain Liverpool dalam menciptakan peluang. Oleh karena itu, menurut pandangan saya, pembelian Liverpool kali ini dirasa cukup efektif. Selain itu, saya berharap Liverpool dapat memboyong beberapa pemain kelas satu untuk berkarir di Anfield Stadium, misalnya Marco Reus atau Julian Draxler yang tampil apik musim lalu. 

Kira - kira beginilah prediksi dan saran saya untuk ke empat pelatih premier league 2016/2017. Saya sangat yakin, premier league musim 2016/2017 akan menjadi musim yang paling menarik untuk disaksikan dalam sejarah persepakbolaan dunia. 

*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 
Twitter & Instagram : @ismetibon      

  
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Adu Taktik di Premier League, Siapa Lebih Handal ? (Part 2) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id