Latest News
Monday, July 11, 2016

Adu Taktik di Premier League, Siapa Lebih Handal? (Part 1)

Baca Juga

    Sumber : http://taruhankita.com/


musim liga 2016/2017 sudah hampir tiba, yang menarik dari musim ini adalah berkumpulnya para manajer - manajer hebat di liga domestik Inggris, seperti Pep Guardiola (Manchester City), Jose Mourinho (Manchester United), dan Antonio Conte (Chelsea). Bukan hanya tiga pelatih ini saja yang akan bertarung bersama klub baru mereka, ada pula Claudio Ranieri (Leicester City) yang berhasil membawa sang kuda hitam memperoleh takhtanya di premier league, ada pula Pochettino (Tottenham) dengan pasukan mudanya, Arsene Wenger (Arsenal) yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya sebagai seorang pelatih, ataupun Juergen Klopp (Liverpool) yang berambisi mengembalikan ambisi The Reds. Pada tulisan kali ini, saya tidak akan membahas keseluruhan pelatih, melainkan hanya ketiga pelatih baru, Pep Guardiola, Jose Mourinho, serta Antionio Conte.   

Pep Guardiola (Manchester City)


                                sumber : www.mirror.co.uk

Pelatih berkepala plontos ini memang bisa dikatakan pelatih sukses. berhasil membawa Barcelona 3 kali juara La Liga, 1 kali juara Copa Del Rey, serta 2 kali kali juara Liga Champions membuat pelatih ini menjadi perhatian publik Inggris. Tidak hanya sukses di Barcelona, ia juga berhasil membawa Bayern Muenchen berjaya di kancah domestik selama 2 musim. 

Lalu bagaimana di Manchester City? sudah tentu ia akan membawa Manchester City menggunakan taktik andalannya, yaitu Tiki Taka alias sepak bola indah dengan kekuatan pasa passing - passing antar pemain untuk menguasai possesion ball. Di lini depan, sudah tidak diragukan lagi Aguero akan tetap menjadi ujung tombang, yang di sokong oleh 3 pemain hebat, Kevin de Bruyne, Raheem Sterling, serta sang playmaker David Silva. Joe Hart sepertinya masih menjadi pilihan utama Pep, namun mungkin ada perombakan di lini belakang Manchester City yang dianggap masih rapuh. Menurut pendapat saya, Pep harus segera membeli beberapa pemain belakang untuk menemai sang kapten Vincent Kompany. 

Jose Mourinho (Manchester United) 

                               sumber : http://media.baogiaothong.vn/

Pelatih dengan panggilan The Special One dan The Happy One ini memang acap kali menjadi pelatih yang kontroversial yang segala statement - statement nya. Tujuannya cuma satu, Psy War alias menjatuhkan mental lawan. Berbeda dengan Pep yang mengusung sepak bola indah, bagi Mou apapun harus dilakukan untuk meraih kemenangan, sebab keindahan yang hakiki adalah kemenangan dan tidak ada kebanggaan ketika kalah. Wajar jika derby Manchester nanti menjadi pertandingan yang paling ditunggu - tunggu. 

Saya akan mencoba untuk memprediksi, siapa pemain yang dipertahankan Mou dan siapa yang akan di buangnya. Tentu saja sang kapten Wayne Rooney masih mendapat tempat di skuatnya. Dengan menggunakan formasi 4-2-3-1 andalannya, maka posisi Wazza berada di belakang Ibrahimovic sebagai seorang target man sekaligus rekrutan anyarnya musim ini. Memphis Depay dan Martial juga dipercaya masih memiliki kepercayaan di hati Mourinho. Sebab, Mourinho sangat menyukai pemain yang memiliki kecepatan, kekuatan fisik, serta kemampuan individu.Namun ada pula beberapa nama yang sekiranya akan di coret Mou, misalnya seperti Daley Blind, Juan Mata, Schenederlin, atau pun Bastian Schweinsteiger.   

Antonio Conte (Chelsea)

                                Sumber : http://cdn-s3.si.com/

Ketika Antonio Conte menandatangani kontrak di Chelsea, yang ada di benak para pengamat sepak bola adalah bagaimana strategi yang akan diterapkannya. Pasalnya, Chelsea tidak pernah memiliki sejarah menggunakan formasi 3-2-3-2 Andalan Conte. Oleh karena itu, saya tertarik untuk meramalkan komposisi pemain yang akan digunakan Conte nanti. 

Posisi penjaga gawang masih diprediksi masih dipercayakan kepada Courtois. Yang menarik adalah posisi 3 pemain bertahannya. Rata - Rata pemain ini belakang Chelsea memiliki umur yang sudah tidak muda lagi, yaitu Ivanovic, John Terry ataupun Gary Cahill. Conte patut khawatir dengan 3 pemain ini yang kecepatan dan kekuatan fisiknya sudah mulai menurun, sedangkan bek muda Kurt Zouma masih belum ada tanda - tanda untuk sembuh. 

lalu di posisi gelandang bertahan, dipercaya di pegang oleh Matic dan Fabregas. Namun sayang, ada isu - isu yang mengatakan bahwa Matic akan hengkang dari The Blues. Kalaupun hal ini tidak terjadi, Conte tetap harus menjadi penggantinya. contohnya seperti Radja Nainggolan yang santer dibicarakan akan pindah ke Chelsea. Namun sayang, pemain berdarah Indonesia ini sudah memperpanjang kontraknya di Roma sehingga menutup kemungkinan untuk hijar ke Chelsea. 

di posisi 3 gelandang serang tentu ada Hazard, Pedro dan Willian yang sudah di klaim Conte menjadi andalan dalam skuatnya musim depan. Cuadrado yang baru kembali dari masa pinjaman juga masuk dalam strategi mantan pelatih Italia ini. Mungkin yang patut untuk dicari adalah pengganti Diego Costa di lini depan. Pasalnya, para pemain pengganti di lini depan seperti Alexandre Pato, Falcao, ataupun Loic Remi belum mampu memikat hati sang juru taktik. 

kira - kira beginilah prediksi saya untuk 3 pelatih anyar baru Premier League. Kita tunggu bagaimana aksi mereka di musim 2016/2017. 

*Ahmad Hidayah 
Alumnus Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. 
Twitter & IG : @ismetibon
   
  
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Adu Taktik di Premier League, Siapa Lebih Handal? (Part 1) Rating: 5 Reviewed By: mindis.id