Latest News
Thursday, June 30, 2016

Revolusi PSSI!

Baca Juga



SEPAK bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola, yang umumnya terbuat dari bahan kulit, dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan sebelas orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Setiap negara mempunyai persatuan sepak bola yang dinaungi oleh lembaga sepak bola seluruh dunia yaitu FIFA. Setahun belakangan ini sepak bola Indonesia sedang dalam masa kritis atau di ujung tanduk. Hal ini disebabkan oleh para pengurus PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang dalam masa kerjanya tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Oleh karena itu, sepak bola Indonesia disanksi oleh FIFA yaitu berupa dibekukannya PSSI atau tidak bolehnya Indonesia mengikuti turnamen Internasional. Pada pertengahan 2015 sebenarnya PSSI menyelenggarakan liga untuk sepak bola Indonesia, tetapi rencana tersebut ditolak oleh ketua Menpora. Sebab, banyak permasalahan di dalam sepak bola di Indonesia.

Pertama, banyaknya klub yang menunggak pembayaran pemain. Ini memang masalah lama untuk persepakbolaan di Indonesia. Tidak sedikit klub di Indonesia menunggak pembayaran gaji pemain. Hal ini membuat hak pemain untuk mendapatkan gaji menjadi terabaikan. Sebelum digelarnya liga, pada awal tahun Menpora sudah menginstruksikan PSSI untuk mendata klub yang masih menunggak gaji pemain. Akan tetapi dari pihak PSSI tidak menghiraukan apa yang diperintahkan oleh Menpora. Setelah liga di mulai, pihak Menpora menghentikan liga karena ada klub yang belum melunasi gaji pemainnya.

Kedua, banyaknya campur tangan politik dalam sepak bola membuat dunia persepakbolaan di Indonesia menjadi berantakan. Hal ini tercermin pada klub-klub peserta liga yang tidak membayar gaji pemainnya karena banyak orang-orang politik mengorupsi dana yang dimiliki klub tersebut.

Ketiga, kurang majunya sepak bola di Indonesia sehingga tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain. Persepakbolaan Indonesia banyak kecurangan di dalamnya sehingga kualitas pemain Indonesia tidak berkembang.

Keempat, kurang lengkapnya fasilitas penunjang pemain-pemain sepak bola di Indonesia sehingga pemain merasa tidak nyaman. Contoh, lapangan sepak bola yang tidak terawat dari segi fisik, rumput yang kualitasnya di bawah standar, dan bila hujan sering terjadi banjir. Hal ini sangat mempengaruhi permainan, karena diperlukan kenyaman dalam bermain sepak bola.

Dari masalah di atas, banyak yang harus diperbaiki dari persepakbolaan Indonesia supaya berjalan dengan baik. Pertama, dari penanggung jawab sepak bola Indonesia, yaitu PSSI, harus ada perubahan. Sebab, nyawa sepak bola Indonesia ada di tangan para petinggi PSSI. Oleh sebab itu, PSSI harus memilih ketua yang sigap dan tanggap dalam segala hal tentang sepak bola Indonesia, dan yang paling utama, tidak korupsi.

Kedua, klub-klub yang bernaung di PSSI harus menaati peraturan yang telah dibuat PSSI untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Klub-klub harus membayar apa yang telah menjadi kewajiban mereka, seperti gaji pemain, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kewajiban pemain adalah bermain, dan kewajiban klub adalah membayar jerih payah pemain.

Ketiga, hilangkan campur tangan politik di dalam sepak bola. Bila politik bercampur tangan dengan sepak bola Indonesia, tak heran persepakbolaan di Indonesia akan berantakan. Seperti banyak orang tahu, politik di Indonesia tidak baik, karena banyaknya anggota-anggota yang korupsi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu menjadi perlu bagi para anggota politik. Sepak bola adalah sepak bola, bukan ajang korupsi untuk para tikus-tikus rakyat.

Keempat, menunjang fasilitas sepak bola Indonesia agar para pemain menikmati pekerjaannya sebagai pemain bola. Menyalurkan pemain-pemain berbakat untuk menjadi pemain bola terbaik dengan memberi pembimbingan dari dini untuk ke depannya supaya pemain Indonesia sukses. Sukses bukan hanya di Indonesia, harus ada pemain bola yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Pada intinya adalah, tidak ada yang tidak mungkin untuk persepakbolaan Indonesia diakui dunia. Karena pada dasarnya, bibit pemain muda Indonesia mempunyai bakat atau skill tidak jauh berbeda dengan negara lain yang lebih dulu maju dari segi sepak bola. Jadi, maju terus sepak bola Indonesia! Masa depan bibit muda Indonesia ada di tangan PSSI dan para pelaku sepak bola itu sendiri. Semoga mereka dapat membawa lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang Piala Dunia.

Sumber Gambar : http://sidomi.com/459243/kelompok-85-ingin-pssi-dirombak-total/

*Thony Haryono 
thonyharyono119@gmail.com
  • Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Revolusi PSSI! Rating: 5 Reviewed By: mindis.id